PANGERAN BERKUDA PUTIH


OLEH SELFY PARKIT

 

BERTEMU UNTUK BERPISAH

Pangeran Berkuda Putih

Bertemu untuk Berpisah

Senyumanmu menghangatkan relung hatiku, begitulah aku menyimpan kenangan indah saat kita pertama kali berjumpa. Sejauh apa pun kau berada kini, lukisan di bibirmu itu takkan pernah lekang dari ingatanku.

Oh… andai saja waktu dapat kuputar dan kembali ke masa itu, ketika kita bersama-sama melewatinya dengan gelak dan canda tawa. Namun sang mesin waktu hanyalah dongeng belaka yang diciptakan pikiran umat manusia. Obat bius ampuh yang mampu membawa hati-hati kecil yang tersesat dan terluka mengembara dalam samudra harapan. Hal yang gila, tetapi manusia terkadang butuh dongeng untuk mampu kembali menumbuhkan semangat dalam menjalani hidupnya sebagaimana adanya.

Kupejamkan mata ini, dan ingatlah aku ketika hari Valentine sehari sebelum kepergianmu. Kau menanyaiku hal ini, “Mengapa kau memandangiku hingga matamu sedikit pun tak berkedip?” kau tersenyum semeringah sedikit malu. Aku yang seketika tersadarkan berseru, “Benarkah!…” Saat itu hatiku begitu terasa bahagia, dan tak pernah sebelumnya aku merasakan hal yang demikian bahagianya.

Aku kembali memandangi wajahnya dan menumpahkan sebagian dari isi hatiku. “Aku ingin mengingat wajahmu saat ini, dan menyimpannya di hati dan jiwaku.” “Jiwamu!” seketika ia tertawa renyah, “Bukankah kau pernah bilang kalau wajah seseorang pasti berubah! Seperti kau pun katakan wajahku tidak seperti dulu lagi.”

Kumanyunkan bibirku sesaat, sambil kemudian tersenyum dan menaruh belaianku di pipinya, “Kau benar wajahmu pasti berubah, sebab itulah aku ingin selalu mengingat dan menjadi saksi di setiap perubahan yang terjadi pada dirimu. Bertambahnya lekuk dan keriput di pipi, kening dan di pelupuk matamu, mulai menghitamnya bibirmu, dan memutihnya rambutmu, kemudian gigimu….” Seketika saja ia memelukku erat dan membelai rambutku dengan lembut, kemudian diusap-usapnya punggungku sambil berkata, “I wish I would stay and never leave you today. I am gonna miss you so much.” Lalu dikecupnya keningku. “Sophie, I have to go tomorrow. Maaf aku baru mengatakannya hari ini, aku harus kembali bekerja di Kanada, perusahaan memintaku untuk kembali bekerja di sana, dan untuk kurun waktu yang tidak pasti, aku…” “Cukup! Hentikan kalimatmu James aku mengerti.” Kepeluk ia sambil kemudian kubisikan isi hatiku di telinganya, “Apa pun yang terjadi, aku akan selalu menunggumu di sini, sampai kapan pun.”

kenyataannya bhatin di dalam sedang bergejolak dan dipenuhi pertanyaan-pertanyaan yang tak kunjung berakhir. Seberapa lama kah kau pergi? Akan kah kau selalu mengingatku, merindukanku, mengabariku? Dada ini terasa sesak, namun aku hanya ingin kau tahu betapa aku menyayangi dan peduli padamu. Aku ingin menunjukkan padamu bahwa aku cukup tangguh untuk menunggu dan menanti kepulanganmu. Continue reading

Advertisements

Dua Sahabat


By Selfy parkit

“Dag… dig… dug…” Jantung Sonya berdetak kencang, pupil matanya mulai membesar, setelah lama terdiam ia pun membuka mulutnya dan dengan lantang ia berkata. “I love you.” Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutnya seiring dengan napasnya yang masih tak beraturan.

Sesaat saja semuanya senyap hingga bunyi detik jam dinding memecah kesunyian, setelah kemudian akhirnya ia mendengar kata, “No, I can’t.

Jantung Sonya seakan berhenti berdetak, balasan yang ia dengar sungguh di luar harapannya. “Ah klasik…” lirihnya pelan, “… kau pasti sudah tahu apa pertanyaanku selanjutnya, bukan?”. Sambil membendung luapan tangis kekecewaan di dalam hatinya, Sonya meneguk secangkir kopi yang ada di hadapannya.

Laki-laki itu pun menanggapi, “Bukan karena kau tidak menarik, dan bukan karena aku tidak menyayangimu, It’s because…” lanjutnya lagi “… I am a gay. Aku… kau mengerti kan maksudku?”
Continue reading

Makhluk Kecil dan Dewa Hujan


Oleh Selfy Parkit

Aku sudah lama sekali hidup dan menetap di tempat ini. Selain nyaman, keadaan di tempat ini juga sepi, dan tiada satu pun makhluk raksasa yang menghuni. Sampai suatu ketika, datanglah makhluk raksasa pirang yang akhirnya menguasai wilayahku ini. Akhirnya, aku pun dipaksa mengungsi dan mencari tempat tinggal baru, karena makhluk raksasa itu telah menghancurkan rumahku, serta memisahkan aku dengan anak-anakku yang masih kecil. Saat itu aku tidak bisa menyelamatkan semua anak-anakku yang masih kecil, entah di mana keberadaan mereka, aku pun tidak mengetahuinya.

Ketika si raksasa memporakporandakan rumahku dengan menggunakan senjatanya, aku terpental jauh dan menempel di sebuah dahan. Aku menangis tersedu-sedu, namun si raksasa tentu saja tidak akan bisa mendengar suara tangisku, karena aku begitu kecil.

Makhluk yang kusebut raksasa ini memang mengerikan, mereka selalu saja merusak rumahku dan kaumku. Apakah mereka pikir rumah kami ini berbahaya? ataukah telah mengganggu kehidupan mereka? Mereka pikir kami mudah membuatnya! Padahal kaumku sama sekali tidak pernah mencari permusuhan dengan kaum mereka.

Continue reading

Mutiara di Dalam Lumpur


Oleh Selfy Parkit.

Water Lily flower, Brahmavihara Arama Singaraja-Bali -SelfyParkit

Water Lily flower, Brahmavihara Arama Singaraja-Bali -SelfyParkit

Seorang anak kecil yang sedang membawa sekantong penuh gelas-gelas plastik bekas air mineral mencari orang yang mau menukarkannya dengan selimut untuk adiknya di rumah. Anak kecil tersebut berjalan menelusuri jalan sambil meminta-minta tolong kepada orang-orang yang ditemuinya. Jika saat itu anda yang dimintai tolong, apakah anda akan memberikan selimut anda kepada anak kecil tersebut? Bagaimana jika kebetulan anda sedang di luar rumah dan tempat tinggal anda jauh, apakah anda tetap akan memberikan selimut anda kepadanya? Apa pun jawaban anda, saya rasa kita harus tetap belajar banyak dari ibu Supratiwi yang akhirnya mau menolong anak kecil tersebut dan memberikan selimutnya dengan tulus dan ikhlas. Rabu 19 January 2011, salah satu program televisi “Tolong” telah menayangkan peristiwa yang mengharukan tersebut. Ibu Supratiwi seorang pemulung bersama kakek angkatnya yang sedang melintasi jalan, tak sengaja bertemu dengan anak dari tim Tolong tersebut. Rumahnya yang jauh tak menjadi alasan baginya untuk tidak menolong, bahkan tak segan-segan pula ia menawari makan dan niat memberikan uang kepada anak tersebut. Continue reading

Apakah Musibah Atau Pembelajaran Berharga? “Tips dan Trik”


Artikel yang satu ini adalah kenangan lama yang pernah aku tulis berdasarkan pengalamanku beberapa tahun lalu. Sebelumnya artikel ini pernah aku terbitkan di alamat website lamaku yang saat ini sudah tidak aktif, dan juga menjadi salah satu tulisan di dalam sebuah buku “Be Kind, Be Mindful” yang ditulis oleh seorang teman Willy Yanto Wijaya, dan diterbitkan oleh Ehipassiko Foundation. Mengingat isinya yang bermanfaat dan menginspiratif, kemudian aku berinisiatif untuk menerbitkannya kembali ke dalam blogku, dengan harapan tulisan ini dapat membantu para pembaca dalam mengarungi kehidupannya. Berikut ini adalah pengalaman hidupku yang kuberi judul:

Apakah Musibah Atau Pembelajaran Berharga?

oleh Selfy Parkit

Tanggal 9 Juni 2011, kemarin adalah hari yang cukup melelahkan, ujian anak sekolah sudah berlangsung selama 2 hari, dan sudah 2 hari pula aku harus pulang larut malam. Kemarin anak les-anku harus belajar 3 mata pelajaran untuk ujian esok harinya, otomatis semakin larut malam pulalah jadinya. Belum lagi jika terkena macet di daerah pabrik, namun untungnya aktivitas kendaraan pada waktu itu tidak terlalu padat.

Pulang ke rumah melepas lelah rasanya ingin cepat-cepat mandi kemudian langsung tidur. Maka bergegaslah aku memasak air untuk mandi. Maklum mamaku sering sekali mengingatkanku untuk mandi air hangat pada malam hari, “Agar tidak kena penyakit rematik.” begitu menurut mamaku. Menunggu air matang tidak ada salahnya menonton TV sebentar bersama adik perempuanku yang saat itu baru saja selesai latihan olah raga Tari Naga (Dragron Dance). Continue reading

Kekuatan Cinta Adut


Hi, bloggers pembaca setia cerita-ceritaku, kali ini aku akan mem-reposting tulisanku yang dulu pernah di posting di Websiteku yang lama www.happymorningsun.com yang sekarang sudah tidak aktif lagi. Tulisan ini adalah hasil karyaku yang kutulis pada tahun 2009 guna mengikuti lomba menulis sinopsis BFBA oleh LA Light. Aku segaja tidak melakukan banyak perombakan guna mempertahankan keaslian skillku di tahun 2009, namun ada sedikit perubahan kata dan cerita agar lebih mendramatisir dan lebih masuk akal. hehehe… Selamat membaca!

Short synopsis By Selfy Parkit

Lisa dan Willy adalah pasangan muda yang sudah lama bertunangan dan akan segera menikah. Namun, rencana pernikahan mereka harus kandas lantaran Willy meninggal, seminggu sebelum hari pernikahannya. Willy yang semasa hidupnya teramat menyukai dan melekat terhadap binatang perliharaannya, ternyata terlahir kembali sebagai seekor anak anjing peliharaan Ibu Grambel, yaitu seorang janda tua yang hidup sendiri dan bertempat tinggal di sebelah rumah Lisa.

Sementara tunangannya menjalani hidupnya sebagai seekor anjing, Lisa sang penulis novel akhirnya menerima tawaran bosnya untuk mengambil cuti dalam beberapa minggu guna menenangkan dirinya. Selama liburannya di rumah, Lisa menjadi lebih mengenal dekat para tetangganya. Satu hal yang membuatnya terhibur adalah seekor anak anjing Ibu Grambel yang baru saja dilahirkan yang tak lain adalah kelahiran kembali dari tunangannya itu.

Continue reading

Mentari Pagi


“Mentari Pagi” (365 Dharma Pencerah Hati) oleh Penerbit Ehipassiko!

Spesifikasi Buku:

Judul: Mentari Pagi

Penulis: Selfy Parkit

Penyunting: Vina Swarnadhita

Handaka Vijjànanda

Penata Letak dan Sampul: Vidi Yulius

Penerbit: Ehipassiko

Print

Cover Book

Ukuran dan ketebalan buku: ± 14 x 20 cm, 106 halaman

Aktivitas setiap orang dimulai ketika mereka bangun tidur, dan biasanya pada pagi hari. Isi buku ini mengajak kita untuk merenung sejenak dan memulai keseharian dengan awal yang cerah serta menemukan kebahagiaan di dalam diri sendiri.

365 rangkaian kata inspiratif dalam buku ini merupakan hasil pengalaman penulis sehari‐hari dalam mengarungi suka‐duka kehidupan yang dituangkan melalui kalimat singkat dan disusun rapih.

Seperti mentari pagi yang mencerahkan dan menghangatkan alam seisinya, begitulah seyogianya kita memulai aktivitas dengan memberi kecerahan dan kehangatan bagi setiap makhluk di sekitar kita.

****

Buku ini bisa didapatkan dengan berdana, namun dikarenakan stok sudah habis, maka untuk pencetakan ulang silakan SMS ke 085888503388 atau e-mail ke ehipassikofoundation@gmail.com