Ugly Duckling – Fenomena Pikiran


 

Hidup seakan-akan mendadak terhenti jika pikiran mulai bermain dalam bayang-bayang antara masa lalu yang telah terjadi dan masa depan yang belum pasti terjadi. Ketika itu bola dunia pun terasa berhenti berotasi dan berevolusi mengelilingi matahari sebagai porosnya, lalu siang dan malam lewat begitu saja tanpa sempat Aku menyapanya.

Aku tak menyadari kapan tepatnya fenomena itu mulai menghantuiku, di mana masa laluku yang pahit seakan menghantarkanku menuju masa depan yang terasa hambar, dan itu semua memberikan ketakutan yang luar biasa di dalam benakku. Namun Aku tahu ketakutan itu hadir di saat dia mengisi hidupku, sesosok manusia bijak yang tak lekang dari ingatanku, Ugly Duckling. Begitulah sebutan mesra yang selalu ku kumandangkan untuk menyatakan dan mengungkapkan rasa sayangku kepadanya.

Continue reading

Penjual Bambu dan Motor Butut


 

By. Selfy Parkit, Ide cerita Linda

Hujan yang bergemericik hampir saja membasahi seluruh tubuh kami. Tapi Linda tak peduli, dikebutnya sepeda motor bebek yang sudah butut tersebut. Motor miliknya ini bukan saja berpenampilan kumal, tapi juga sudah tidak layak pakai. Coba bayangkan, bodi si roda dua itu sudah banyak yang retak-retak, belum lagi mesinnya kadang-kadang mogok di tengah jalan, ditambah lagi bunyinya sudah hampir memengkakkan telinga. Namun walaupun begitu, herannya sepeda motor ini tetap saja setia menemani kami berdua dari pagi bahkan sampai larut malam, dan berkat jasanyalah kami berdua bisa sampai di tempat kerja dengan selamat setiap harinya. Si pemiliknya, Linda teman sekantor sekaligus ojek pribadiku memang sangat sayang dengan sepeda motor bututnya ini, maklum saja motor itu adalah hasil  jerih payahnya selama bekerja. Tetapi karena kemiskinan mengilasnya hingga babak belur, sampai sekarang Linda masih belum sempat membawa sepeda motornya itu ke bengkel. Sebenarnya aku sudah berkali-kali mencoba menawarkan bantuan dana kepada Linda untuk segera membawa si bebek tua itu ke bengkel. Tetapi perempuan kurus keras kepala berpenampilan sederhana itu bersikukuh ingin menggunakan uang yang ada di celengannya saja. ‘Walau setiap hari rajin menabung, tapi mau sampai kapan!’, seruku kadang gemas melihat kesabaran dan ketekunannya. Maklum saja, sebagai kepala keluarga di rumah, Linda memang sudah terlalu mandiri dalam berbagai hal. Kematian kedua orang tuanya tidak hanya membentuknya menjadi tegar, tetapi juga membuat ia mampu membiayai hidup kedua orang adiknya yang masih kecil-kecil.

Continue reading

SURGA 33 (BAGIAN 1. KERJASAMA)


 

Pada suatu ketika, saat Raja Magadha memerintah, ada seorang suci muda yang disebut, “Magha yang Baik”. Ia tinggal di desa terpencil yang hanya terdiri dari tiga puluh keluarga. Ketika ia masih muda, orang tuanya menikahkannya dengan seorang gadis yang memiliki kualitas karakter yang serupa dengan dirinya. Mereka sangat bahagia bersama, dan istrinya memberikannya beberapa orang anak.

Para penduduk desa menghormati Magha yang baik karena ia selalu mencoba untuk membantu dalam mengembangkan desa, untuk kebaikan semuanya. Karena mereka menghormatinya, ia mampu untuk mengajarkan Lima Latihan, untuk menyucikan pikiran, ucapan dan perbuatan mereka.

Cara Magha dalam mengajarkan adalah dengan praktik. Salah satu contoh hal ini terjadi ketika suatu hari para penduduk desa berkumpul untuk mengerjakan kerajinan tangan. Magha yang Baik membersihkan sebuah tempat untuk dia duduk. Sebelum dia duduk, seseorang yang lain telah mendudukinya. Jadi ia dengan sabar membersihkan tempat yang lain. Seorang tetangga duduk di tempatnya lagi. Hal ini terulang dan terulang lagi, sampai ia sudah dengan sabar membersihkan tempat duduk untuk semua yang hadir. Hanya dengan demikian ia dapat duduk di tempat yang terakhir.

Continue reading

Burung Merak yang Menari (Kebanggaan dan Kerendahan Hati)


Suatu ketika zaman dahulu kala, binatang berkaki empat menjadikan seekor singa sebagai raja mereka. Ada seekor ikan raksasa yang mengembara di lautan dan ikan-ikan menjadikannya sebagai raja mereka. Para burung tertarik pada keindahan, demikianlah mereka memilih Angsa Emas sebagai raja mereka.

Raja Angsa Emas memiliki anak yang cantik. Ketika anaknya masih kecil, ia mengabulkan satu buah permintaan untuknya. Anaknya berkeinginan, ketika ia cukup besar, ia dapat memilih suaminya sendiri.

Ketika anaknya beranjak dewasa, Raja Angsa Emas mengundang semua burung yang berada di Gunung Himalaya yang maha besar di Asia Tengah untuk berkumpul. Maksudnya adalah untuk menemukan suami yang pantas bagi anak gadisnya. Burung-burung datang dari berbagai jarak yang jauh, bahkan dari Tibet yang tinggi. Mereka adalah para soang (angsa peliharaan), angsa, elang, burung pipit, burung kolibri, burung tekukur, burung hantu dan banyak burung-burung jenis lainnya.

Pertemuan tersebut diadakan di atas lempengan bebatuan yang tinggi, di lahan hijau yang indah di Nepal. Raja Angsa Emas mengatakan kepada anak gadis kesayangannya untuk memilih suami mana saja yang ia inginkan.

Ia menyaksikan banyak jenis burung. Matanya tertuju pada burung merak yang berleher hijau dengan kilauan cahaya dan bulu ekor yang berjuntai sangat indah. Ia mengatakan kepada ayahnya, “Burung ini, si merak, akan menjadi suamiku.”

Mendengar bahwa si merak sebagai yang beruntung, semua burung lainnya mengerumuni si merak untuk mengucapkan selamat padanya. Mereka berkata, “Meskipun di antara begitu banyak jenis burung yang indah, putri Angsa Emas telah memilihmu. Kami mengucapkan selamat atas keberuntunganmu.”

Si burung merak menjadi sangat dipenuhi keangkuhan, ia mulai memamerkan bulu-bulunya yang penuh warna dalam sebuah tarian mengigal yang luar biasa. Ia mengibaskan bulu ekornya yang mengagumkan dan menari berputar untuk memamerkan ekornya yang indah. Menjadi begitu sombong, ia mengadahkan kepalanya ke angkasa dan melupakan segala kerendahan hati, dengan begitu ia juga mempertunjukkan bagian-bagiannya yang sangat pribadi agar semua melihat!

Para burung lainnya, khususnya yang muda, tertawa terkikih-kikih. Tetapi Raja Angsa Emas tidak merasa senang. Ia merasa malu menyaksikan pilihan putrinya berlaku semacam itu. Ia berpikir, “Merak ini tidak mempunyai naluri kemaluan untuk memberinya sopan santun yang pantas. Tidak juga ia memiliki ketakutan luar untuk mencegah prilakunya yang tidak senonoh. Lalu mengapa putriku harus dipermalukan oleh pasangan yang berpikir tanpa pertimbangan seperti itu?

Berdiri di tengah-tengah kumpulan besar pada burung, raja burung berkata, “Tuan merak, suaramu merdu, bulu-bulumu indah, lehermu bercahaya seperti sebuah batu permata, dan ekormu seperti kipas yang begitu indah. Tetapi kamu telah berdansa di sini layaknya seseorang yang tidak memiliki rasa malu ataupun takut sebagaimana mestinya. Aku tidak akan mengijinkan putriku yang tak berdosa ini untuk menikah dengan merak dungu seperti kamu!”

Kemudian Raja Angsa Emas menikahkan putrinya dengan keponakan raja. Burung merak yang dungu terbang jauh, kehilangan seorang calon istri yang cantik.

Pesan Moral : Jika membiarkan rasa bangga bersemayam di pikiranmu, kamu akan mulai bertindak layaknya seorang yang dungu.

Diterjemahkan oleh Ika Pritami, Editor Selfy Parkit.

Sumber: Prince Goodspeaker – Buddhist Tales for Young and Old Volume 1, Stories 1-50

Many thanks to Mr. Tasfan and Willy Yanto Wijaya.

Sapi Jantan yang disebut ‘Delightful’ (Menyenangkan) (Semua Berhak Menerima Penghormatan)


Pada suatu ketika, di Negara Gandhara di India Utara, ada sebuah kota bernama Takkasila. Di kota itu makhluk yang tercerahkan dilahirkan sebagai anak sapi yang tak biasa. Karena ia adalah jenis keturunan yang kuat, ia dibeli oleh laki-laki kaya berkelas tinggi.  Dia menjadi sangat cinta kepada binatang yang lembut itu. dan memanggilnya ‘Delightful (Menyenangkan). Dia merawatnya dengan baik dan memberinya  makan hanya yang terbaik.

Ketika Delightful tubuh menjadi seekor sapi jantan besar yang kuat, ia berpikir, “Aku telah dibesarkan oleh laki-laki yang murah hati ini. Ia memberikanku makanan enak seperti itu dan merawatku terus-menerus, walaupun kadang-kadang ada kesulitan. Sekarang Aku adalah seekor sapi jantan besar yang tubuh dewasa dan tak ada satu pun sapi jantan lain yang dapat menarik muatan berat yang sama  seperti yang ku bisa. Oleh sebab itu, Aku akan menggunakan kekuatanku untuk memberikan sesuatu sebagai balasan kepada majikanku.”

Jadi ia berkata kepada laki-laki itu, “Tuanku, tolong temukan beberapa pedangan kaya yang bangga dalam memiliki banyak sapi jantan kuat. Tantang mereka dengan mengatakan bahwa sapi jantanmu dapat menarik seratus gerobak berisi muatan penuh.”

Mengikuti nasihatnya, orang kaya berkelas itu pergi menemui seorang pedagang dan memulai percakapan. Sesaat kemudian, dia mencetuskan gagasan siapa yang memiliki sapi jantan terkuat di kota.

Pedagang itu berkata, “Banyak yang memiliki sapi jantan, tetapi tidak satu pun orang yang memiliki sapi jantan apa pun yang sama kuatnya dengan milikku.” Si laki-laki kaya berkata, “Tuan, Aku memiliki sapi jantan yang dapat menarik seratus gerobak berisi muatan penuh.” “Tidak, teman, bagaimana ada sapi jantan semacam itu? hal itu tak dapat dipercaya!” seru si pedagang. Pedagang yang lain menyahut, “Aku memiliki sapi jantan semacam itu, dan Aku bersedia untuk membuat taruhan.”

Pedangang itu berkata, “Aku akan bertaruh seribu koin emas bahwa sapi jantanmu tidak dapat menarik seratus gerobak berisi muatan.” Jadi taruhan pun dibuat dan mereka sepakat pada waktu dan tanggal untuk tangtangan itu.

Si Pedagang menyatukan bersamaan seratus gerobak besar. Mereka mengisi gerobak itu dengan pasir dan batu kerikil untuk membuatnya sangat berat.

Laki-laki kaya berkelas itu memberi makan beras yang terbaik kepada sapi jantan yang dipanggil Delightful. Dia memandikan dan menghiasinya serta mengantung sebuah rangkaian bunga yang indah di lehernya.

Kemudian dia mengikatkan tali pengikat pada gerobak yang pertama dan naik di atas sapi tersebut. Menjadi sangat berkelas, ia tidak dapat menahan keinginan untuk membuat dirinya terlihat sangat penting. Jadi ia melecutkan sebuat cambuk di udara, dan berteriak kepada sapi jantan yang setia itu, “Tarik, kamu binatang yang bodoh! Aku perintahkan kamu untuk menarik, bodoh!”

Sapi jantan yang dipanggil Delightful itu berpikir, “Tantangan ini adalah gagasanku! Aku tidak pernah melakukan suatu hal yang buruk apa pun kepada tuanku, dan tetapi ia menghinaku dengan kata-kata yang tajam dan kasar semacam itu!” Jadi ia tetap di tempatnya dan menolak untuk menarik gerobak-gerobak itu.

Pedagang itu tertawa dan menagih kemenangannya dari taruhan tersebut. Laki-laki kaya berkelas itu harus membayarnya seribu koin emas. Dia kembali ke rumahnya dan duduk, sedih oleh taruhannya yang hilang, dan dipermalukan oleh pukulan terhadap rasa harga dirinya.

Sapi jantan yang dipanggil Delightful itu makan rumput dengan tenang dalam perjalanan pulangnya. Ketika ia sampai, ia melihat majikannya berbaring dengan sedih.  Ia bertanya, “Tuan, mengapa kamu berbaring di sana seperti itu? Apakah kamu mengantuk? Kamu terlihat sedih.”  Laki-laki itu berkata, “Aku kehilangan seribu koin emas karena kamu. Dengan kehilangan semacam itu, bagaimana Aku dapat tidur?”

Sapi jantan menjawab, “Tuanku, kamu memanggilku ‘bodoh’. Kamu bahkan melecutkan cambuk di udara di atas kepalaku. Seumur hidupku, apakah Aku pernah merusak apa pun, menginjak apa pun, membuat kekacauan di tempat yang salah, atau berprilaku seperti yang ‘bodoh’ dengan cara apa pun?” Dia menjawab, “Tidak, binatang peliharaanku.”

Sapi jantan yang dipanggil Delightful itu berkata, “Lalu Tuan, mengapa tadi kamu memanggilku ‘binatang bodoh’, dan menghinaku bahkan di hadapan orang lain? Kesalahan ada padamu. Aku tidak melakukan sesuatu pun yang salah. Tetapi karena aku kasihan kepadamu, pergi lagi kepada si pedagang itu dan buatlah taruhan yang sama untuk dua ribu koin emas. Dan ingatlah untuk hanya menggunakan kata-kata hormat yang Aku berhak menerimanya dengan baik.”

Kemudian laki-laki kaya berkelas itu kembali menemui si pedagang dan membuat taruhan untuk dua ribu koin emas. Pedagang itu berpikir ini cara gampang untuk mendapatkan uang. Sekali lagi ia menyediakan seratus kereta sapi yang berisi muatan penuh. Sekali lagi laki-laki kaya itu memberi makan dan memandikan sapi jantannya , dan menggantungkan rangkaian bunga di lehernya.

Ketika semuanya sudah siap, laki-laki kaya itu menyentuh kening Delightful dengan bunga teratai, dan telah membuang cambuknya. Memikirkan si sapi jantan sama sayangnya seperti seolah-olah ia anaknya sendiri, dia berkata, “Anakku, tolong lakukan kepadaku kehormatan untuk menarik seratus gerobak ini.”

Seketika itu juga, sapi jantan yang hebat itu menarik dengan seluruh kekuatannya dan menyeret gerobak-gerobak yang berat itu, sampai yang terakhir berdiri di tempat yang pertama.

Pedagang itu dengan mulut ternganga tidak percaya, harus membayar dua ribu koin emas . Para penonton sangat terkesan, mereka menghormati sapi jantan yang dipanggil Delightful itu dengan hadiah-hadiah.  Tetapi yang lebih penting bagi laki-laki kaya berkelas itu daripada kemenangannya adalah pelajaran berharga dalam kerendahan hati dan rasa hormat.

Pesan moral: Kata-kata kasar tidak menguntungkan, kata-kata hormat membawa kehormatan bagi semua.

Diterjemahkan oleh Selfy Parkit.

Sumber: Prince Goodspeaker – Buddhist Tales for Young and Old Volume 1, Stories 1-50

Thanks To Mr.Willy Yanto Wijaya for helping me during the translation.

Words change your life


Dalam hidup ini sebuah kata bahkan sangat berarti..
Dunia ini hidup melalui kata-kata. Kedamaian tercipta juga berkat kata-kata.
Perang pun dimulai karena kata-kata..
Tahukah, bahwa Sepenggal kata-kata mampu memberikan inspirasi dan motivasi di dalam hidup kita?
Mengingat bahwa kata-kata sangat memengaruhi kehidupan kita, ada baiknya kita merangkai sendiri kata-kata indah yg mampu memotivasi hidup kita.. Memberikan inspirasi dan semangat hidup untuk terus maju dan berkembang..

For example (contohnya):
Here are My Motivation Words This Month…
Mengembangkan sifat kedermawan..
Memiliki moralitas yg baik..
Mulai berlatih untuk melepaskan hal-hal yg tidak bermanfaat..
Mengembangkan kebijaksanaan..
Memiliki Daya upaya yg baik dalam melakukan hal yg bermanfaat bagi diri sendiri dan makhluk lain..
Mengembangkan dan memupuk Kesabaran..
Berlatih untuk selalu Jujur..
Memiliki Tekad yg kuat untuk mewujudkan apa yg sdh dicita2kan bagi kesejahteraan dan kebahagiaan banyak orang.
Menebarkan Cinta kasih dan Kasih sayang tanpa batas ke seluruh Dunia, alam semesta dan semua makhluk yg hidup di dalamnya..
Melatih dan mengembangkan keseimbangan di dalam Batin..
Sebagai kata2 tambahan dan penghias kehidupan..
SELALU.. Cantik/Tampan, Rendah Hati, Lemah Lembut, Baik Hati, Baik Budi..
Perhatian terhadap orang lain..
Mengambil keputusan dgn jelas, tepat dan pintar..
SOPAN, berbudi pekerti halus, dan berbakti kepada orangtua..
MEMILIKI kemauan untuk selalu belajar, ketenangan, Kebulatan tekad, semangat, kesabaran, dan belas kasih..
CATATAN..
Jangan pernah sekali pun anda merendahkan diri sendiri dan makhluk lain..
Menghargai kehidupan…
MULAILAH Pagi hari dengan perenungan..
SELALU Bersyukur..
Apa yg harus saya lakukan semoga saya lakukan dengan baik untuk diri sendiri dan orang di sekeliling saya. Begitu juga dengan pikiran dan ucapan saya semoga selalu didasari oleh Cinta dan Kasih Sayang…

Semoga Anda pun dapat menemukan kata-kata inspirasi motivasi bagi Hidup Anda..

Gadis Kecil


Kau gadis rapuh yang di sana…
Senyummu seketika sirna terhempas angin…
Kau kesepian dan merasa kosong…
Kau merasa hilang dan ditinggalkan…
Hatimu itu rapuh tidakkah kau sadari???
Kau mudah pecah walaupun terlihat kokoh…
Kau gadis kecil yg kesepian…
Gelak tawamu tak lagi memecahkah keheningan…
Canda guraumu tak lagi didengarkan…
Begitukah duniamu memperlakukanmu…
Kau tak bisa menantang dunia…
Karena kau merasa lemah dan tak berdaya…
Kau tak pedulikan semua yg datang…
Kau tinggalkan semua yg kau miliki…
Kau hempaskan semua yg ada…
Dan kau merasa sendiri,
meratapi kesepianmu…
Menangisi kesendirianmu…
Gadis kecil yang rapuh…
Lupakah kau bahwa masih ada mentari pagi yg setia menghangatkan tubuhmu…
Masih ada kicauan burung yg menemanimu…
Masih ada semilir angin yg menerpa wajahmu…
Masih ada pepohonan yg menyegarkanmu…
Gadis Kecil…
Masihkah kau merasa rapuh?…
Masihkah kau merasakan kesendirian?…
Masihkah kau merasakan kesepian?…
Dari dulu hingga sekarang memang begitulah hidup dan kehidupanmu..
Mulailah kembali gadis kecil…
Bahagia oleh Sinar Mentari…
Bahagia oleh merdunya kicau burung…
Bahagia oleh semilir hembusan angin..
Bahagia oleh banyak pepohonan…
Walau tak ada seorangpun yang menemani…
Kau tak boleh rapuh gadis kecil…
Karena…
Dunia membutuhkan gelak tawamu…
Dunia membutuhkan canda guraumu…
Dunia membutuhkan semangat hidupmu…
Dunia membutuhkan senyummu gadis kecilku…
Maka tersenyumlah…
Sambutlah hari esok dengan senyum…
Dengan pelangi mimpi di hatimu…
Dengan gemerlap bintang di matamu…
Dengan sejuta ketegaran yg melapisi rapuhnya hatimu…
Dan kau tak lagi rapuh gadis kecil…
Karena cintamu t’lah membuatmu tetap indah…
Seindah duniamu gadis kecil…