Dua Sahabat


By Selfy parkit

“Dag… dig… dug…” Jantung Sonya berdetak kencang, pupil matanya mulai membesar, setelah lama terdiam ia pun membuka mulutnya dan dengan lantang ia berkata. “I love you.” Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutnya seiring dengan napasnya yang masih tak beraturan.

Sesaat saja semuanya senyap hingga bunyi detik jam dinding memecah kesunyian, setelah kemudian akhirnya ia mendengar kata, “No, I can’t.

Jantung Sonya seakan berhenti berdetak, balasan yang ia dengar sungguh di luar harapannya. “Ah klasik…” lirihnya pelan, “… kau pasti sudah tahu apa pertanyaanku selanjutnya, bukan?”. Sambil membendung luapan tangis kekecewaan di dalam hatinya, Sonya meneguk secangkir kopi yang ada di hadapannya.

Laki-laki itu pun menanggapi, “Bukan karena kau tidak menarik, dan bukan karena aku tidak menyayangimu, It’s because…” lanjutnya lagi “… I am a gay. Aku… kau mengerti kan maksudku?”
Continue reading

Advertisements

MAKE UP YOUR MIND


By U’un Arifien (Kwee Ping Oen)

img_6196

Make up Your Mind @selfyparkitHappyLife

In this life we are obliged to choose every single time we have to decide on what we focus on, think about what and how we do things. But somehow we are accustomed to doing things based on patterns of behavior. We jump right to conclusion and react based on what our feelings are and thinking of our repeated thoughts, which are more satisfying to feel. All of us eventually must feel anxiety and because of that we hurriedly take the decision with the same old patterns as usual.

The obstacle in making a right decision is that we are afraid to make mistakes, which prevent us moving forward and make us always think that we “cannot do it”.

We often forget that our life is the result of the verdicts that we took in our past time.

To make a good decision we should not think too fast. We have to slow down a bit and think about everybit of choice that could achieve a better resolution. By doing that we could see and ask ourselves “what is actually going on?” “Why is it happening to me?” From that moment it could make us realize the need to slow down a bit and think it over in detail. Continue reading

Mengambil Keputusan


By U’un Arifien (Kwee Ping Oen)

img_6196

“Mengambil Keputusan” @selfyparkit.wordpress.com


Di dalam kehidupan ini kita harus selalu memilih, setiap saat di sepanjang hari kita harus
memutuskan akan memusatkan perhatian kepada apa, harus memikirkan apa dan harus melakukan apa. Tetapi sering kali kita mengikuti pola perilaku

yang otomatis, kita langsung menyimpulkan, atau langsung bereaksi sesuai kata hati dan memikirkan pikiran yang berulang yang dirasakan lebih memuaskan. Kita semua pasti sudah pernah merasa bimbang dengan perasaan tidak nyaman, untuk menghindari ketidaknyamanan itu maka sering kali kita cepat bereaksi dan mengambil keputusan yang lagi-lagi dengan pola lama,

Hambatan lain dalam mengambil keputusan yang baik itu adalah kita kadang-kadang takut salah, akhirnya kita jalan ditempat, tidak maju-maju, alih-alih menciptakan peluang, pasti tidak bisa.

Kita sering lupa bahwa hidup kita selama ini adalah hasil dari keputusan-keputusan yang sudah kita ambil sebelumnya.

img_0066Untuk mengambil keputusan yang lebih baik kita tidak boleh terburu-buru, kita seharusnya menunda sebentar untuk mundur, untuk memikirkan situasi secara rinci dan semua pilihan yang ada. Dengan mundur sejenak biasanya kita lebih bisa melihat peluang untuk bertanya “Apa yang sebenarnya terjadi sekarang ini?”, “Mengapa ini jadi masalah saya?” Dari sana dapat membantu kita untuk menyadari untuk berhenti sejenak, untuk berpikir ulang. Continue reading

HIDUP ITU PROSES


Oleh U’un Arifien

Kalau saya ingat masa ketika perusahaan saya bangkrut sekitar tahun 1985, saya berpikir seakan dunia runtuh. Pikiran saya kalut dan setiap hari badan terasa panas dingin. Pokoknya saya merasa sengsara sekali, dan malu terhadap masyarakat Yogya yang waktu itu seakan-akan melihat saya dengan muka masam dan bibir mencibir. Saya pun malu terhadap karyawan saya yang berjumlah sekitar 100 orang, serta merasa kasihan terhadap anak-anak dan isteri saya. Tidak berhenti di situ, saya juga malu kepada semua teman dan famili, karena perusahaan yang dibanggakan akhirnya bangkrut. Belum lagi saya harus menghadapi tuntutan hukum dari rekan bisnis saya di Pengadilan Negeri Sleman. Di dalam kesulitan itu, saya hanya mempunyai tekad, saya harus survive, saya tidak boleh terpuruk berlama-lama.

Hal ini mudah ditulis, mudah dikatakan dan diceritakan, tetapi betul-betul amat sulit melakoninya. Peristiwa ini mengubah kepribadian saya menjadi seorang pemalu, minder, tidak senang bertemu orang, pokoknya saya merasa menjadi orang yang tersisih dan menyisihkan diri. Continue reading

LIFE IS A PROCESS


By U’un Arifien (Kwee Ping Oen)

translated by Selfy parkit, edited by Maurice P. Smith

 

If I remember the time when my company went bankrupt in 1985, I thought the world seemed to collapse. My mind was chaotic and every day my body felt cold and hot.

Anyway, at that time I felt very miserable and ashamed in the presence of the Yogya people who seemed to see me with a sour face and pouting lips. I was ashamed also in the presence of my employees who numbered about 100 people, and felt sorry for my children and my wife. It did not end there. I was also embarrassed in the presence of all my friends and relatives, because the company that was proud eventually went bankrupt. Moreover, I had to face the lawsuits from my business partner in Sleman District Court. In such a distressing situation, I was determined to survive. I must not collapse.

It is easy to write and to talk about, but it was really very difficult to do. This incident changed my personality. I became a shy person with little confidence and did not like to meet people. Anyway I felt marginalized and sidelined.

But life goes on, and after about 20 years later, I realized that I am still alive and still working. The people who I thought used to monitor me, were not. It was only my mind haunting me. Basically people do not really care; they have their own problems that they must solve.

After a while, a new problem arose when my beloved wife fell ill. My wife’s illness required me draining my energy, mind as well as finances because the treatment must be carried out at the Mount Elizabeth Hospital in Singapore. From 2002 I went to and fro Yogyakarta to Singapore for about four years, until November 11 2006 my wife passed away to the House of the Father in Heaven (death). Continue reading

Life is Harder than Writing a Story


Here I am, trying to write again, making a note and talking to myself on this writing. Lama sekali tidak menulis, rasa enggan dan malas sibuk bercampur dengan aktivitas hidup yang tak pernah ada habisnya, dan juga terbius dengan rasa bahagia dunia, panah asmara dan bilur-bilur suka duka pokoknya banyak deh. Tak akan ada habisnya if I try to write one by one here kalian pasti bakal boring tingkat dewa.

Anyway Begitu banyak kata-kata indah di dalam otak gw, begitu banyak teori hidup di dalam pikiran g, begitu banyak bla bla bla gw tuangkan di dalam tulisan-tulisan gw, namun pada kenyataan life is harder than writing a story.

Di dalam sebuah cerita jika pacar kita marah, seyogyanya kita sebagai pasangan jangan ikutan marah kalau ga mau terjadi perang dunia kedua. Tapi Klo mo bikin ceritanya mendramatrisir itu lebih gampang lagi tinggal ikut-ikutan ngambek aja, kalo perlu semua binatang yang ada di kebun binatang diikut sertakan aja biar ceritanya tambah seru. Kalau mau bikin yang agak tragis sekalian aja piring, bangku, sendok ikut melayang biar dikira KDRT. Di dalam cerita semuanya bisa terjadi dan terserah si penulis bagaimana endingnya aja.

But in our life, jika hal itu terjadi bisa kah kita menahan diri untuk tidak ikut-ikutan marah jika pasangan kita marah atau berbuat salah? Bisakah hewan di kebun binatang diistirahatkan dulu perannya? Bisakah perabotan rumah tangga kita di taruh rapih di tempatnya? Bisakah ego kita diredam sejenak?

Perumpamaan berkata, batu yang sama-sama keras akan saling menghancurkan satu sama lainnya jika mereka dibenturkan. Begitu juga hubungan kita dengan orang lain, jika sama-sama mengeraskan ego yang terjadi adalah kita akan merusak hubungan kita dengan orang lain, dengan teman kita, pacar kita, keluarga kita dan dengan semua orang yang kita kasihi.

Life is really harder than writing a story. Di dalam cerita yang kita buat, kita bisa saja menempatkan cerita tambahan atau pun memotong bagian cerita yang kita ga suka seenak udel kita. But in life, cerita yang sudah terjadi, ya terjadilah. Ibarat nasi yang sudah menjadi bubur, kita tak bisa kembali di masa yang sudah lalu. Semua perkataan yang pernah kita lontarkan baik itu pujian atau pun caci maki, semuanya tidak mungkin kita tarik kembali.

Di dalam hidup kita, kita hanya mampu bergerak maju menjalani hari ke depan, mesin waktu untuk kembali ke masa lalu hanya ada di film-film atau cerita novel belaka, dan menyesali masa lalu hanyalah cara kita menghabiskan waktu dengan menyiksa diri (seperti perkataan bro Chuang di Bali).

Anyway, seberat-beratnya hidup, lebih berat klo angkat yang berat-berat. hahaha…. Hari ini boleh aja kesepian, boleh aja menangis, boleh aja menderita tapi ujung-ujungnya everything will be change, semuanya bakal berubah. Kalau saja menulis lebih mudah daripada menjalani hidup, mulai dari sekarang gw akan menulis kehidupan gw, namun bukan hanya di secarik kertas, tetapi di dunia kehidupan yang bakal gw jalani.

Sedih, duka kecewa adalah bagian dari kehidupan dan awal dari proses menuju kebahagiaan. Jika tidak ada teman yang menemani, masih ada burung yang berkicau di langit. Jika tidak ada uang di saku, masih ada seluling yang mengiringi hahaha…, apa hubungannya! maksudnya ngamen cari duit tambahan buat makan hari-hari :p

Anyway this is the end of my writing, life is still harder that writing a story, but it is harder if we think harder.

Let’s Enjoy Our Life.

Exif_JPEG_420

07 December 2013, at 11.49 pm

Nanjing-China

Selfy parkit

kita bisa memotong bagian cerita yang kita ga suka seenak udel kita.

“we always think that things concerning ourselves are most important and crucial, but those actually just like dusts blown in the winds… eventually dissolved by the arrow of time.” -Willy Yanto Wijaya

Words change your life


Dalam hidup ini sebuah kata bahkan sangat berarti..
Dunia ini hidup melalui kata-kata. Kedamaian tercipta juga berkat kata-kata.
Perang pun dimulai karena kata-kata..
Tahukah, bahwa Sepenggal kata-kata mampu memberikan inspirasi dan motivasi di dalam hidup kita?
Mengingat bahwa kata-kata sangat memengaruhi kehidupan kita, ada baiknya kita merangkai sendiri kata-kata indah yg mampu memotivasi hidup kita.. Memberikan inspirasi dan semangat hidup untuk terus maju dan berkembang..

For example (contohnya):
Here are My Motivation Words This Month…
Mengembangkan sifat kedermawan..
Memiliki moralitas yg baik..
Mulai berlatih untuk melepaskan hal-hal yg tidak bermanfaat..
Mengembangkan kebijaksanaan..
Memiliki Daya upaya yg baik dalam melakukan hal yg bermanfaat bagi diri sendiri dan makhluk lain..
Mengembangkan dan memupuk Kesabaran..
Berlatih untuk selalu Jujur..
Memiliki Tekad yg kuat untuk mewujudkan apa yg sdh dicita2kan bagi kesejahteraan dan kebahagiaan banyak orang.
Menebarkan Cinta kasih dan Kasih sayang tanpa batas ke seluruh Dunia, alam semesta dan semua makhluk yg hidup di dalamnya..
Melatih dan mengembangkan keseimbangan di dalam Batin..
Sebagai kata2 tambahan dan penghias kehidupan..
SELALU.. Cantik/Tampan, Rendah Hati, Lemah Lembut, Baik Hati, Baik Budi..
Perhatian terhadap orang lain..
Mengambil keputusan dgn jelas, tepat dan pintar..
SOPAN, berbudi pekerti halus, dan berbakti kepada orangtua..
MEMILIKI kemauan untuk selalu belajar, ketenangan, Kebulatan tekad, semangat, kesabaran, dan belas kasih..
CATATAN..
Jangan pernah sekali pun anda merendahkan diri sendiri dan makhluk lain..
Menghargai kehidupan…
MULAILAH Pagi hari dengan perenungan..
SELALU Bersyukur..
Apa yg harus saya lakukan semoga saya lakukan dengan baik untuk diri sendiri dan orang di sekeliling saya. Begitu juga dengan pikiran dan ucapan saya semoga selalu didasari oleh Cinta dan Kasih Sayang…

Semoga Anda pun dapat menemukan kata-kata inspirasi motivasi bagi Hidup Anda..