Kelahiran dari Pohon Beringin (Menghormati yang Lebih Tua)


brown-oak-tree-hiPada suatu ketika, terdapatlah pohon beringin besar di bawah pegunungan Himalaya yang besar. Di dekat pohon ini tinggallah tiga sahabat baik. Mereka adalah seekor burung puyuh, monyet dan gajah. Mereka bertiga sangatlah pandai. Kadangkala ketiga sahabat ini menemukan ketidaksepakatan. Ketika hal ini terjadi, mereka tidak mempertimbangkan pendapat dari salah satu di antara mereka yang lebih berharga. Tidak peduli seberapa banyak pengalaman yang telah dimiliki, pendapat dia diperlakukan sama seperti yang lainnya. Sehingga mereka membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan suatu kata sepakat. Setiap kali hal ini terjadi, mereka harus memulai kembali dari awal untuk menemukan jalan keluar.

Beberapa waktu kemudian mereka menyadari bahwa akan menghemat waktu dan mempererat tali persaudaraan mereka, jika ketidaksepakatan itu diselesaikan dengan cepat. Mereka memutuskan bahwa akan sangat membantu jika mereka mempertimbangkan dulu pendapat yang paling berharga. Kemudian, Continue reading

Advertisements

BAYI BURUNG PUYUH YANG TIDAK DAPAT TERBANG (KEKUATAN DARI KEBENARAN, PEBUATAN BAIK DAN KASIH SAYANG)


Pada suatu ketika, Yang Tercerahkan terlahir sebagai seekor burung puyuh kecil. Walaupun ia memiliki kaki dan sayap yang kecil, ia masih belum bisa berjalan atau pun terbang. Kedua orangtuanya bekerja keras membawakan makanan ke sarang, memberikannya makan dari paruh mereka.

Di belahah dunia itu, sering terjadi kebakaran hutan setiap tahunnya. Kemudian benar saja api mulai muncul pada tahun tertentu itu. Semua burung yang bisa terbang, terbang melarikan diri pada pertanda pertama yaitu asap. Ketika api mulai menyebar, dan semakin mendekat ke sarang bayi burung puyuh, kedua orangtuanya tetap tinggal bersamanya. Akhirnya api pun sudah sangat dekat, dan mereka harus terbang untuk menyelamatkan hidup mereka.

Semua pohon,  besar dan kecil, terbakar dan patah dengan suara yang keras. Burung puyuh kecil menyaksikan bahwa semuanya sedang dihancurkan oleh api yang mengamuk di luar kendali. Ia tidak dapat melakukan apa pun untuk menyelamatkan dirinya. Pada saat itu, pikirannya diliputi oleh perasaan tidak berdaya.

Continue reading

Raja Burung Puyuh dan Pemburu (PERSATUAN)


 

Pada suatu ketika, ada seekor Raja burung Puyuh yang memerintah lebih dari seribu ekor kawanan burung Puyuh.

Terdapat pula seorang pemburu burung Puyuh yang sangat pintar. Ia mengetahui bagaimana cara membuat panggilan seekor burung Puyuh. Karena suara tersebut menyerupai suara burung Puyuh yang sedang meminta pertolongan, maka tidak pernah gagal untuk memikat burung Puyuh lainnya. Kemudian si pemburu menangkap mereka dengan sebuah jaring, memasukkan mereka ke dalam keranjang-keranjang dan menjualnya sebagai usaha untuk bertahan hidup.

Karena ia selalu mengutamakan keselamatan kawanan burung Puyuhnya, Raja burung Puyuh sangat dihormati oleh semuanya. Sementara itu, dalam pengintaian yang membahayakan, suatu hari ia datang melewati si pemburu dan melihat apa yang ia lakukannya. Ia berpikir, “Pemburu burung Puyuh ini memiliki sebuah rencana yang bagus untuk membinasakan keluarga kami. Aku harus menyusun rencana yang lebih baik guna menyelamatkan hidup kami.”

Continue reading