HIDUP ITU PROSES


Oleh U’un Arifien

Kalau saya ingat masa ketika perusahaan saya bangkrut sekitar tahun 1985, saya berpikir seakan dunia runtuh. Pikiran saya kalut dan setiap hari badan terasa panas dingin. Pokoknya saya merasa sengsara sekali, dan malu terhadap masyarakat Yogya yang waktu itu seakan-akan melihat saya dengan muka masam dan bibir mencibir. Saya pun malu terhadap karyawan saya yang berjumlah sekitar 100 orang, serta merasa kasihan terhadap anak-anak dan isteri saya. Tidak berhenti di situ, saya juga malu kepada semua teman dan famili, karena perusahaan yang dibanggakan akhirnya bangkrut. Belum lagi saya harus menghadapi tuntutan hukum dari rekan bisnis saya di Pengadilan Negeri Sleman. Di dalam kesulitan itu, saya hanya mempunyai tekad, saya harus survive, saya tidak boleh terpuruk berlama-lama.

Hal ini mudah ditulis, mudah dikatakan dan diceritakan, tetapi betul-betul amat sulit melakoninya. Peristiwa ini mengubah kepribadian saya menjadi seorang pemalu, minder, tidak senang bertemu orang, pokoknya saya merasa menjadi orang yang tersisih dan menyisihkan diri. Continue reading

Advertisements

Bintang kehidupan


Bintang malam yg berkelip indah di langit yg gelap, membawa kebahagiaan bagi insan yg kesepian..

Walau jauh dan sulit untuk raih, namun sinarnya terlihat sampai ke ujung bumi..
Oh.. Kau bagaikan bintang malam yg sulit untuk kuraih..
Namun begitu sinarmu t’lah menghangatkan batin yg kesepian..
Lihatlah betapa benda kecil di angkasa itu melayang bebas tanpa arah tujuan..
Hanya menerima cahaya kehidupan dari sang rembulan..
Lalu menciptakan ilusi bagi stiap insan yg berkelana..
Tak peduli betapa cahayanya menyilaukanku..
Oh.. Bintang kehadiranmu membawa gemerlap kehidupan bagi stiap insan di dunia..
Memberi kebahagiaan semu bagi yg penuh hayal..
Menjaga mimpi stiap insan..
Memberi inspirasi bagi stiap pujangga..
Memberi nafas sesaat untuk meraih asa..
Oh.. Bintang.. Kau Bintangku..
Bintang kehidupan..

Ditulis untuk insan yg penuh hayal..
With Love,
Selfy Parkit

Raja Dengan Satu Uban


Zaman dulu kala, ada banyak orang yang hidup lebih lama dibandingkan dengan orang saat ini. Mereka hidup beribu-ribu tahun lamanya. Saat itu yang tercerahkan (Bodhisatta) dilahirkan sebagai seorang bayi dengan nama Makhadeva. Ia hidup 84.000 tahun sebagai seorang anak dan putra mahkota. Cerita ini dimulai ketika ia sudah menjadi raja muda selama 80.000 tahun.

Suatu ketika, Makhadeva berkata kepada pemangkas rambut istananya, “Jika kau melihat rambut putih apa pun di kepalaku, kau harus memberitahu aku secepatnya!” Tentu saja si Pemangkas rambut itu berjanji melakukannya.

4000 tahun berlalu, sampai Makhadeva sudah menjadi raja muda selama 84.000 tahun lamanya. Kemudian pada suatu hari ketika si pemangkas rambut istana sedang memangkas rambut sang raja, ia menemukan sehelai kecil rambut putih di atas kepala raja. Untuk itu ia berkata “Oh tuanku, aku melihat sehelai rambut putih di kepala anda,” Raja kemudian berkata, “Jika sudah, cabutlah dan letakan di atas tanganku.” Si pemangkas rambut mengambil penjepit emasnya lalu mencabut keluar sehelai rambut putih itu dan menaruhnya di tangan raja.

Pada saat itu, raja masih dapat hidup setidaknya 84.000 tahun lagi sebagai seorang raja tua! Melihat sehelai rambut putih di tangannya, ia menjadi sangat takut akan kematian. Ia merasakan seakan kematian hampir dekat dengannya. Seolah-olah ia terperangkap di dalam sebuah rumah yang terbakar. Ia sangat takut hingga keringat meleleh di punggungnya dan ia merasakan ketakutan.

Raja Makhadeva berpikir, “Oh raja yang bodoh, kau sudah menyia-nyiakan seluruh kehidupan panjang ini dan sekarang kau hampir mati. Kau belum berusaha untuk memusnahkan keserakahan dan iri hatimu, hidup tanpa membenci, dan melenyapkan keodohan dengan mempelajari kebenaran dan menjadi bijaksana.”

Ketika ia memikirkan hal ini, badannya menjadi panas dan keringatnya terus becucuran kemudian ia memutuskan sekali untuk selamanya, “Ini adalah waktunya untuk menyerahkan jabatan raja, ia ditahbiskan menjadi seorang bhikkhu dan berlatih meditasi.” Setelah berpikir demikian, ia menghadiahkan pendapatan dari seluruh kota kepada si pemangkas rambut. Pendapatan itu sebesar 100.000 pertahun.

Kemudian raja memanggil anak laki-laki tertuanya dan berkata “Anakku, Aku sudah melihat sehelai rambut putih. Aku sudah menjadi tua. Aku sudah menikmati kesenangan-kesenangan duniawi dari kesehatan dan kekayaan yang berlimpah. Ketika aku mati, aku ingin dilahirkan kembali di dalam alam surga, untuk menikmati kesenangan-kesenangan para dewa, jadi aku akan ditahbiskan menjadi seorang bhikkhu. Sekarang kau harus bertanggung jawab dalam memerintah negara. Aku akan menjalani kehidupan sebagai seorang bhikkhu di hutan.”

Mendengar hal ini, menteri kerajaan dan orang yang hadir di istana saat itu cepat-cepat menghampiri raja dan berkata “Rajaku, kenapa secara tiba-tiba kau ingin ditahbiskan?” Raja mengangkat sehelai rambut putih di dalam gengggamannya dan berkata, “Menteri-menteri dan orang-orangku, aku sudah sadar bahwa ubanku ini menunjukan 3 keadaan kehidupan – remaja, dewasa, dan tua – yang nantinya menuju akhir. Uban pertamaku ini adalah pembawa pesan kematian yang duduk di atas kepalaku. Uban adalah seperti malaikat-malaikat yang dikirim oleh dewa kematian. Oleh sebab itu pada hari-hari ini juga adalah waktu untukku ditahbiskan.”

Rakyat menangis atas berita pelengserannya. Raja Makhadeva melepaskan kehidupan istananya, pergi ke dalam hutan, dan ditahbiskan menjadi bhikkhu. Di sana ia mempraktikan apa yang orang-orang suci sebut 3 keadaan pikiran yang amat menyenangkan. Pertama adalah cinta kasih sayang yang universal. Kedua adalah perasaan simpati dan merasa kasihan terhadap semua makhluk yang menderita. Ketiga adalah perasaan bahagia terhadap semua makhluk yang bergembira. Dan yang keempat adalah keadaan yang tenang dan seimbang, bahkan di dalam menghadapi kesusahan.

Setelah 84.000 tahun berusaha meditasi dengan sungguh-sungguh dan berlatih keempat keadaan pikiran tersebut sebagai seorang bhikkhu hutan yang rendah hati, Bodhisatta meninggal. Ia terlahir kembali di dalam surga yang tinggi, untuk menjalani kehidupan selama jutaan tahun lamanya.

Pesan moral : Sebuah kehidupan yang panjang pun terlalu pendek untuk disia-siakan.

Diterjemahkan oleh Selfy Parkit.

Sumber: Prince Goodspeaker – Buddhist Tales for Young and Old Volume 1, Stories 1-50

Words Change Your Life


Dalam hidup ini sebuah kata bahkan sangat berarti..
Dunia ini hidup melalui kata-kata. Kedamaian tercipta juga berkat kata-kata.
Perang pun dimulai karena kata-kata..
Tahukah, bahwa Sepenggal kata-kata mampu memberikan inspirasi dan motivasi di dalam hidup kita?
Mengingat bahwa kata-kata sangat memengaruhi kehidupan kita, ada baiknya kita merangkai sendiri kata-kata indah yg mampu memotivasi hidup kita.. Memberikan inspirasi dan semangat hidup untuk terus maju dan berkembang..
Here are My Motivation Words This Month…
Mengembangkan sifat kedermawan..
Memiliki moralitas yg baik..
Mulai berlatih untuk melepaskan hal-hal yg tidak bermanfaat..
Mengembangkan kebijaksanaan..
Memiliki Daya upaya yg baik dalam melakukan hal yg bermanfaat bagi diri sendiri dan makhluk lain..
Mengembangkan dan memupuk Kesabaran..
Berlatih untuk selalu Jujur..
Memiliki Tekad yg kuat untuk mewujudkan apa yg sdh dicita2kan bagi kesejahteraan dan kebahagiaan banyak orang.
Menebarkan Cinta kasih dan Kasih sayang tanpa batas ke seluruh Dunia, alam semesta dan semua makhluk yg hidup di dalamnya..
Melatih dan mengembangkan keseimbangan di dalam Batin..
Sebagai kata2 tambahan dan penghias kehidupan..
SELALU.. Cantik, Rendah Hati, Lemah Lembut, Baik Hati, Baik Budi..
Perhatian terhadap orang lain..
Mengambil keputusan dgn jelas, tepat dan pintar..
SOPAN, berbudi pekerti halus, dan berbakti kepada orangtua..
MEMILIKI kemauan untuk selalu belajar, ketenangan, Kebulatan tekad, semangat, kesabaran, dan belas kasih..
CATATAN..
Jangan pernah sekali pun anda merendahkan diri sendiri dan makhluk lain..
Menghargai kehidupan…
MULAILAH Pagi hari dengan perenungan..
SELALU Bersyukur..
Apa yg harus saya lakukan semoga saya lakukan dengan baik untuk diri sendiri dan orang di sekeliling saya. Begitu juga dengan pikiran dan ucapan saya semoga selalu didasari oleh Cinta dan Kasih Sayang…

Semoga Anda pun dapat menemukan kata-kata inspirasi motivasi bagi Hidup Anda..