Silakan Unduh


Artikel ini berisi mengenai tata cara penulisan bahasa pali/ huruf pali di dalam artikel berbahasa Indonesia. ringkasan:

Buka Mata Buka Telinga

BAB I

Pendahuluan

Penulisan huruf Pāëi yang tidak memakai diakritik dan dicetak miring dapat mengacaukan pelafalan huruf dalam bahasa Indonesia, dan kesalahan pengucapan dalam bahasa Pāëi yang menyebabkan pergeseran makna.

Tahukah Anda kalau asal mula Pāëi aslinya adalah bahasa lisan yang tidak memiliki abjad? Setelah Buddha parinibbana, ajarannya berlanjut diturunkan atau diwariskan secara lisan di dalam komunitas biarawan/biarawati untuk beberapa abad lamanya, bahkan sampai ajarannya pertama kali diterjemahkan ke dalam bentuk tulisan. Pāëi yang arti sebenarnya adalah ‘teks’, karena kesalahpahaman yang terjadi berabad-abad lalu, akhirnya lama kelamaan dianggap sebagai nama dari bahasa yang digunakan oleh Buddhisme Theravāda (Therawada). Pāëi yang berdasarkan pada logat atau dialek dari Indo-Aryan (Middle Indo-Aryan) ini kemungkinan diucapkan di pusat India pada zaman Buddha Gotama (abad ke-6 SM) dan diperkirakan menurut tradisi komentari sebagai bahasa yang dulu digunakan di negeri Magadha dengan nama Māgadhi. Oleh karena itu, sebelumnya untuk membaca, dan menulis ataupun mempelajari bahasa Pāëi seseorang harus bergantung pada abjad dari bahasa ibu mereka masing-masing. Sampai dengan sekitar 100 SM, ketika Tripitaka Pāëi untuk pertama kalinya disusun dalam bentuk tulisan oleh bhikkhu Sri Laïka yang memang ahli dalam menulis. Mereka menuliskan Pāëi secara fonetik (pelafalan atau pengucapan) dalam bentuk naskah [1]Brahmi kuno dan abjad Sinhala. Sejak itu kemudian, Tripitaka Pāëi diterjemahkan ke dalam naskah-naskah yang berbeda (bahasa Devanagiri, Thai, Birma, Romawi, [2]Cyrillic dan beberapa jenis naskah lainnya). Tetapi bangsa Eropa yang kemudian mulai tertarik dengan bahasa-bahasa Asia Selatan pada abad ke-19 dengan cepat menemukan bahwa abjad Romawi yang mereka miliki tidak cocok untuk berbagai  Asia Selatan. Sampai kemudian Pāëi mulai dipublikasikan ke dalam abjad Romawi dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Robert Chezar, yang kemudian diteruskan oleh Thomas William Rhys Davids (1843-1922) dari Inggris, dengan memperbanyak dan menambah Abjad Romawi yaitu sebuah sistem abjad berpasangan (letters-pairs) dan diakritik (tanda tambahan pada huruf yang sedikit banyak mengubah nilai fonetis/bunyi huruf tersebut) termasuk garis memanjang (macron), titik di atas, titik di bawah dan tanda cacing (tilde), seperti dibawah ini :


[1]Brahmi : Aksara yang dipakai untuk menuliskan bahasa India kuno, diturunkan dari aksara Aramea dan bersifat setengah alfabetis, mula-mula dituliskan dari kanan ke kiri kemudian dari kiri ke kanan.

[2] Cyrillic bahasa yang digunakan oleh bangsa Rusia, Bulgaria dan Polandia.

Untuk lanjutan artikel dan penjelasan lebih lanjutnya silakan klik link di bawah ini “GRATIS” fOR FREE..

Buka Mata Buka Telinga

Artikel ini berisi tentang aturan penulisan kata dalam bahasa pali yang dipakai dalam artikel berbahasa Indonesia. Artikel ini adalah artikel lama dan sebenarnya saat ini sudah ditemukan program yang bisa memasukan kata dalam bahasa pali lengkap dengan diakritiknya. Untuk mengetahui lebih lanjut anda bisa menklik link di bawah ini:
http://aimwell.org/Fonts/fonts.html

One thought on “Silakan Unduh

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s