Mutiara di Dalam Lumpur


Oleh Selfy Parkit.

Water Lily flower, Brahmavihara Arama Singaraja-Bali -SelfyParkit

Water Lily flower, Brahmavihara Arama Singaraja-Bali -SelfyParkit

Seorang anak kecil yang sedang membawa sekantong penuh gelas-gelas plastik bekas air mineral mencari orang yang mau menukarkannya dengan selimut untuk adiknya di rumah. Anak kecil tersebut berjalan menelusuri jalan sambil meminta-minta tolong kepada orang-orang yang ditemuinya. Jika saat itu anda yang dimintai tolong, apakah anda akan memberikan selimut anda kepada anak kecil tersebut? Bagaimana jika kebetulan anda sedang di luar rumah dan tempat tinggal anda jauh, apakah anda tetap akan memberikan selimut anda kepadanya? Apa pun jawaban anda, saya rasa kita harus tetap belajar banyak dari ibu Supratiwi yang akhirnya mau menolong anak kecil tersebut dan memberikan selimutnya dengan tulus dan ikhlas. Rabu 19 January 2011, salah satu program televisi “Tolong” telah menayangkan peristiwa yang mengharukan tersebut. Ibu Supratiwi seorang pemulung bersama kakek angkatnya yang sedang melintasi jalan, tak sengaja bertemu dengan anak dari tim Tolong tersebut. Rumahnya yang jauh tak menjadi alasan baginya untuk tidak menolong, bahkan tak segan-segan pula ia menawari makan dan niat memberikan uang kepada anak tersebut. Continue reading

Words change your life


Dalam hidup ini sebuah kata bahkan sangat berarti..
Dunia ini hidup melalui kata-kata. Kedamaian tercipta juga berkat kata-kata.
Perang pun dimulai karena kata-kata..
Tahukah, bahwa Sepenggal kata-kata mampu memberikan inspirasi dan motivasi di dalam hidup kita?
Mengingat bahwa kata-kata sangat memengaruhi kehidupan kita, ada baiknya kita merangkai sendiri kata-kata indah yg mampu memotivasi hidup kita.. Memberikan inspirasi dan semangat hidup untuk terus maju dan berkembang..

For example (contohnya):
Here are My Motivation Words This Month…
Mengembangkan sifat kedermawan..
Memiliki moralitas yg baik..
Mulai berlatih untuk melepaskan hal-hal yg tidak bermanfaat..
Mengembangkan kebijaksanaan..
Memiliki Daya upaya yg baik dalam melakukan hal yg bermanfaat bagi diri sendiri dan makhluk lain..
Mengembangkan dan memupuk Kesabaran..
Berlatih untuk selalu Jujur..
Memiliki Tekad yg kuat untuk mewujudkan apa yg sdh dicita2kan bagi kesejahteraan dan kebahagiaan banyak orang.
Menebarkan Cinta kasih dan Kasih sayang tanpa batas ke seluruh Dunia, alam semesta dan semua makhluk yg hidup di dalamnya..
Melatih dan mengembangkan keseimbangan di dalam Batin..
Sebagai kata2 tambahan dan penghias kehidupan..
SELALU.. Cantik/Tampan, Rendah Hati, Lemah Lembut, Baik Hati, Baik Budi..
Perhatian terhadap orang lain..
Mengambil keputusan dgn jelas, tepat dan pintar..
SOPAN, berbudi pekerti halus, dan berbakti kepada orangtua..
MEMILIKI kemauan untuk selalu belajar, ketenangan, Kebulatan tekad, semangat, kesabaran, dan belas kasih..
CATATAN..
Jangan pernah sekali pun anda merendahkan diri sendiri dan makhluk lain..
Menghargai kehidupan…
MULAILAH Pagi hari dengan perenungan..
SELALU Bersyukur..
Apa yg harus saya lakukan semoga saya lakukan dengan baik untuk diri sendiri dan orang di sekeliling saya. Begitu juga dengan pikiran dan ucapan saya semoga selalu didasari oleh Cinta dan Kasih Sayang…

Semoga Anda pun dapat menemukan kata-kata inspirasi motivasi bagi Hidup Anda..

Aku Menangis Untuk Adikku Enam Kali


Aku lahir di sebuah desa pegunungan terpencil. Hari demi hari kedua orangtuaku membajak tanah kuning yang kering dengan punggung mereka menghadap ke langit.

Aku memiliki seorang adik laki-laki, 3 tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang sepertinya semua para gadis di sekelilingku memilikinya, Aku mencuri 50 sen dari laci ayahku. Ayah mengetahuinya dengan segera. Dia membuat Aku dan adikku berlutut menghadap dinding, dengan sebatang tongkat bambu di tangannya. “Siapa yang mencuri uang itu?” Tanyanya.

Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar satu pun dari kami yang mengaku, jadi dia berkata, “Baiklah, jika tak ada satu pun yang mau mengaku, kalian berdua harus dipukul!” Dia mengangkat tongkat bambu itu. Tiba-tiba, adikku mencengkram tangan ayah dan berkata, “Ayah, Akulah orang yang melakukannya!”

Continue reading

Small thing can cause a big problem.


Oleh Selfy Parkit

Sore hari di dalam kelas sekolah, karena merasa bosan Aku lantas berpikir ingin melakukan sesuatu yang menyenangkan dan mengasikkan. Dengan kejahilan dan keisenganku, Aku merasa yakin akan dapat mengubah suasana yang membosankan menjadi meriah. Aku pun berniat memulai aksiku dan seakan tak memperdulikan apa yang nantinya akan dihasilkan. Dapat tertawa dan merasa lucu itu sudah cukup ‘Dengan begitu mari beraksi’, pikirku sambil perlahan-lahan berjalan membawa sepatu temanku yang sedang tergeletak di lantai. Sebelah sepatu dengan kaos kaki di dalamnya itu telah berhasil Aku pindahkan menggunakan kakiku secara perlahan-lahan ke belakang pintu kelas. Merasa yakin bahwa aksiku telah berhasil aku pun kembali ke tempat dudukku sambil tersenyum terkekeh-kekeh. Lalu, ku tunggulah waktu dimana temanku ini akan mulai mencari sepatunya. Senyuman kecil ini tak berhenti menempel di bibirku, Aku berpikir bahwa aksiku kali ini akan berhasil dan membuat semua orang tertawa. Beberapa menit kemudian, si Pemilik sepatu ingin kembali ke kelasnya dan menyelesaikan pekerjaannya. Inilah waktu yang ku tunggu-tunggu setelah lama menyeringai karena merasa lucu. Temanku ini pun mencari-cari sebelah sepatunya yang telah hilang dari tempatnya. Aksiku bisa dikatakan lima puluh persen membawa keberhasilan dan lima puluh persen gagal. Walaupun ia tidak tahu dimana sepatunya, tapi ia tahu siapa pelakunya. Segera ia memintaku untuk memberitahu dimana Aku menyembunyikan sepatunya. Sambil tertawa, Aku berkata kalau Aku tidak akan mengatakan dimana Aku menyimpan sepatunya. Awalnya ia pun sempat ikut tertawa dan kembali memintaku untuk segera mengatakan dimana sepatunya, namun kali ini permintaannya disertai ancaman. Dengan membawa kaos kakinya yang bau ditangannya, ia pun menghampiriku bermaksud agar aku takut dan mau menyerah serta mengatakan kepadanya perihal pasangan sepatunya itu. Aku pun berlari dari kejarannya dan bersikeras untuk tidak mengatakannya. “Carilah sendiri!” kataku sambil tetap tertawa terkekeh-kekeh. Merasa ancamannya tak berhasil, temanku ini lalu menaikkan tawarannya dengan menempelkan kaos kakinya itu di buku dan botol minumku. “Nanti juga botol minumnya ku cuci, carilah sendiri!” ledekku sambil tertawa. Keadaan pun semakin semarak saat temanku ini kembali menaikkan bobot ancamannya dengan mengatakan, kalau Aku tak memberitahu dimana sepatunya, maka ia akan memasukkan kaos kakinya yang bau itu kedalam botol minumku yang bentuknya persegi empat. Beberapa temanku yang lain ikut menyemarakkan suasana dengan berteriak-teriak kegelian atas ide kaos kaki bau yang baru saja diluncurkannya itu. Namun, Aku bersikeras untuk tidak mengatakannya dan tak mau kalah untuk juga ikut mengancamnya, ku ambil tas kecilnya yang berada di atas meja dan mengeluarkan semua isinya. Kali ini aku yang melayangkan ancaman, jika ia berani melakukan hal itu yaitu memasukkan kaos kakinya ke dalam botol minumku, maka aku tak akan segan-segan menyemplungkan tas kecilnya itu ke dalam toilet sekolah. Seketika nada dan suasana saat itu berubah menjadi serius, dia pun akhirnya berusaha memasukkan kaos kakinya ke dalam botol minumku. Merasa tak mau kalah, Aku pun berlari ke dalam toilet dan memperlihatkan kepadanya kalau Aku benar-benar serius akan memasukkan tas kecilnya itu ke dalam toilet. Apa mau dikata kaos kakinya yang bau itu sekarang sudah ada di dalam botol minumku dan mengisi hampir seluruh ruangannya. Sambil menggoyang-goyangkan botol minumku, ia berkata kalau Akulah yang memaksanya untuk melakukan hal itu. Awalnya ku pikir dia tak akan berani dan serius melakukannya, tapi nyatanya temanku ini menganggap serius semua hal tersebut. Melihat atas apa yang ia lakukan dan berpikir bahwa Aku pun memang salah karena telah menyembunyikan sepatunya. Pada akhirnya Aku pun mengembalikan tas kecilnya dan tak jadi memasukannya ke dalam toilet. Aku sadar kalau hal itu terjadi oleh karena Akulah penyebabnya. Namun, karena sudah terlanjur melihat botol minumku dengan kaos kaki bau di dalamnya membuatku enggan mengatakan dimana Aku menyembunyikan sepatunya. “Carilah sendiri di sekitar kelas!” seruku sambil kembali duduk dan mengerjakan pekerjaanku. Tak lama setelah itu, temanku ini pun menemukan sepatunya dan tanpa berkata ia pergi ke lantai atas, kelas tempatnya mengajar dan mengerjakan tugas sekolahnya. Suasana di ruang kelas itu seketika terasa dingin dan membeku. Temanku lainnya yang saat itu berada dan ikut serta menyaksikan kejadian tersebut mulai merasa khawatir kalau-kalau kami berdua akan bertengkar atau bermusuhan. Namun tak lama kemudian, si pemilik sepatu itu datang menghampiriku dan menepuk pundakku sambil berkata dan meminta maaf karena sudah keterlaluan sudah melakukan hal tersebut. Walaupun suasana tidak sehangat seperti sedia kala, namun kami pun akhirnya saling meminta maaf karena telah melakukan hal bodoh yang hampir saja merusak hubungan pertemanan kami. Sambil menunjukkan permintaan maafnya, dicucilah botol minumku itu di tempat pencuci tangan sekolah. Akupun menunjukkan permintaan maafku dengan cara sembunyi-sembunyi membantunya menyelesaikan pekerjaan untuk perayaan valentine kelas bersama anak didiknya. Aku tak menyangka kalau gurauanku yang kecil itu dapat menyebabkan hal yang tak diinginkan. Kalau saja saat itu Aku benar-benar memasukkan tas kecilnya ke dalam toilet, pastilah ceritanya takkan berakhir seperti ini. Namun akhirnya Aku sadar bahwa kesalahan tak akan pernah berakhir jika dibalas dengan kesalahan, kesalahan baru akan berakhir dengan cara melakukan hal yang benar. Tanpa kita sadari suatu hal yang kecil dapat berdampak besar, oleh karena itu berhati-hati dan waspadalah selalu dalam bertindak.

Thanks to MyMoM&Friends
Pernah dipublish di Majalah DSPMagz, Jakarta 2010