Blind Café ‘Buta Mata Bukan Berarti Buta Hati’


 

 

Pernahkah kita membayangkan bagaimana rasanya menjadi buta? Pernahkah kita membayangkan apa yang bisa kita lakukan jikalau kita tidak lagi memiliki penglihatan yang sudah menemani kita selama bertahun-tahun masa hidup kita? Pernahkah terpikirkan bagaimana rasanya Anda melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan, berjalan, berinteraksi dengan teman atau keluarga jikalau Anda tidak bisa melihat? Jikalau kita seandainya mengalami buta untuk beberapa saat, apakah yang akan ada di benak kita saat itu? Mungkin dengan begitu kita akan mulai menghargai orang-orang yang mempunyai kekurangan, menghargai mereka yang tidak bisa melihat, dan mulai menghargai semua fungsi tubuh kita termasuk mata yang sudah berjasa besar dalam hidup kita? Berterima kasihlah saya pada satu tempat yang ada di Bandung yang bernama ‘Blind Café’. Tempat inilah yang mengajarkan saya bagaimana rasanya menjadi buta dan menghargai mereka yang buta.

“Blind Cafe” Counter pemesanan makanan

Blind Café (rumah makan buta) bukan hanya sekedar nama saja, tetapi tempat makan ini memang dirancang khusus agar Anda tidak bisa melihat di kegelapan dan benar-benar seperti orang buta – tidak bisa melihat ketika Anda sedang makan. Tempatnya tidak terlalu besar dan gedungnya bernuansa cat hitam putih. Jika Anda sampai di depannya Anda akan melihat pintu kaca tembus pandang yang telah dipenuhi oleh coretan-coretan testimoni dari para pelanggannya yang pernah berkunjung ke tempat ini.

Continue reading

Advertisements

BUTA


Tak ada yang ingin aku katakan lebih banyak lagi, karena pada dasarnya apa yang kusampaikan mungkin tak akan merubah keadaan. Mungkin kebingungan itu memang ada di dalam diri ini saja, hanya buatan pikiran. Tapi apa yang ingin aku sampaikan mungkin adalah gambaran rasa gelisah dari setiap orang yang pernah mengalaminya.

Aku belum suci, aku juga tidak sebijaksana orang-orang suci, aku masih si pejuang kebahagiaan dan masih berusaha untuk terbebas dari semua kekotoran batin. Aku masih berusaha untuk mengerti seperti apakah dunia dan kehidupan ini? Ibarat seseorang yang tahu akan sumber dari aliran sungai, namun tak tahu bagaimana caranya menghentikan sumber dari aliran air dari sungai tersebut, mungkin begitulah keadaan pikiran ini diibaratkan. Aku masih buta, butuh tuntunan dan pertolongan. Aku masih harus lebih banyak belajar.

PELAJARAN : Setiap manusia punya masalah yang sama ‘Buta’