44, 45 DUA ANAK YANG BODOH (KEBODOHAN)


 

two stupid children (Foolishness)

http://www.buddhanet.net (two stupid children)

            Pada suatu ketika, terdapatlah seorang tukang kayu yang sudah tua dengan kepalanya yang botak dan mengkilap. Di hari yang cerah, kepalanya yang mengkilap sangat menyilaukan setiap mata yang menatapnya ketika berbicara dengannya!

Di suatu hari yang cerah, seekor nyamuk yang lapar tertarik dengan kepala botaknya yang mengkilap. Si nyamuk hinggap di kepalanya dan mulai menggigitnya.

Tukang kayu itu sedang sibuk melicinkan sebatang kayu dengan menggunakan sebuah ketam. Ketika ia merasa nyamuk itu menggigitnya, ia coba untuk mengusirnya. Tetapi si nyamuk yang lapar tidak akan pergi dari makanan yang terlihat lezat itu. Kemudian, tukang kayu itu memanggil anaknya dan memerintahkan anaknya untuk mengusir serangga yang keras kepala itu. Continue reading

Kelahiran dari Pohon Beringin (Menghormati yang Lebih Tua)


brown-oak-tree-hiPada suatu ketika, terdapatlah pohon beringin besar di bawah pegunungan Himalaya yang besar. Di dekat pohon ini tinggallah tiga sahabat baik. Mereka adalah seekor burung puyuh, monyet dan gajah. Mereka bertiga sangatlah pandai. Kadangkala ketiga sahabat ini menemukan ketidaksepakatan. Ketika hal ini terjadi, mereka tidak mempertimbangkan pendapat dari salah satu di antara mereka yang lebih berharga. Tidak peduli seberapa banyak pengalaman yang telah dimiliki, pendapat dia diperlakukan sama seperti yang lainnya. Sehingga mereka membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan suatu kata sepakat. Setiap kali hal ini terjadi, mereka harus memulai kembali dari awal untuk menemukan jalan keluar.

Beberapa waktu kemudian mereka menyadari bahwa akan menghemat waktu dan mempererat tali persaudaraan mereka, jika ketidaksepakatan itu diselesaikan dengan cepat. Mereka memutuskan bahwa akan sangat membantu jika mereka mempertimbangkan dulu pendapat yang paling berharga. Kemudian, Continue reading

BAYI BURUNG PUYUH YANG TIDAK DAPAT TERBANG (KEKUATAN DARI KEBENARAN, PEBUATAN BAIK DAN KASIH SAYANG)


Pada suatu ketika, Yang Tercerahkan terlahir sebagai seekor burung puyuh kecil. Walaupun ia memiliki kaki dan sayap yang kecil, ia masih belum bisa berjalan atau pun terbang. Kedua orangtuanya bekerja keras membawakan makanan ke sarang, memberikannya makan dari paruh mereka.

Di belahah dunia itu, sering terjadi kebakaran hutan setiap tahunnya. Kemudian benar saja api mulai muncul pada tahun tertentu itu. Semua burung yang bisa terbang, terbang melarikan diri pada pertanda pertama yaitu asap. Ketika api mulai menyebar, dan semakin mendekat ke sarang bayi burung puyuh, kedua orangtuanya tetap tinggal bersamanya. Akhirnya api pun sudah sangat dekat, dan mereka harus terbang untuk menyelamatkan hidup mereka.

Semua pohon,  besar dan kecil, terbakar dan patah dengan suara yang keras. Burung puyuh kecil menyaksikan bahwa semuanya sedang dihancurkan oleh api yang mengamuk di luar kendali. Ia tidak dapat melakukan apa pun untuk menyelamatkan dirinya. Pada saat itu, pikirannya diliputi oleh perasaan tidak berdaya.

Continue reading

IKAN YANG BERUNTUNG (NAFSU KEINGINAN)


 

Pada suatu ketika, Raja Brahmadatta memiliki seorang penasihat yang sangat bijaksana yang memiliki kemampuan berbicara dengan para binatang. Ia mengerti apa yang mereka ucapkan dan ia dapat berbicara kepada mereka dengan menggunakan bahasa mereka.

Suatu hari si penasihat sedang berjalan-jalan di sepanjang pinggir sungai dengan para pengikutnya. Mereka menghampiri beberapa nelayan yang melemparkan jaring besar ke dalam sungai. Ketika mengamati dengan seksama ke dalam air, mereka memperhatikan seekor ikan tampan besar sedang mengikuti istrinya yang cantik.

Seraya para nelayan mengirimkannya peluncur ke dalam air, sisiknya yang berkilauan memantulkan cahaya matahari pagi dalam semua warna pelangi. Siripnya mengipas-ngipas seperti sayap-sayap lembut sang peri. Jelas bahwa suaminya begitu terpesona oleh paras dan caranya bergerak, hal itu membuat ia tidak memperhatikan hal lainnya!

Continue reading

Raja Burung Puyuh dan Pemburu (PERSATUAN)


 

Pada suatu ketika, ada seekor Raja burung Puyuh yang memerintah lebih dari seribu ekor kawanan burung Puyuh.

Terdapat pula seorang pemburu burung Puyuh yang sangat pintar. Ia mengetahui bagaimana cara membuat panggilan seekor burung Puyuh. Karena suara tersebut menyerupai suara burung Puyuh yang sedang meminta pertolongan, maka tidak pernah gagal untuk memikat burung Puyuh lainnya. Kemudian si pemburu menangkap mereka dengan sebuah jaring, memasukkan mereka ke dalam keranjang-keranjang dan menjualnya sebagai usaha untuk bertahan hidup.

Karena ia selalu mengutamakan keselamatan kawanan burung Puyuhnya, Raja burung Puyuh sangat dihormati oleh semuanya. Sementara itu, dalam pengintaian yang membahayakan, suatu hari ia datang melewati si pemburu dan melihat apa yang ia lakukannya. Ia berpikir, “Pemburu burung Puyuh ini memiliki sebuah rencana yang bagus untuk membinasakan keluarga kami. Aku harus menyusun rencana yang lebih baik guna menyelamatkan hidup kami.”

Continue reading

Surga 33 (BAGIAN 3. JASA KEBAJIKAN)


Raja Sakka kembali dengan kemenangan ke kerajaannya di alam Surga 33. Di sebelahnya, berdiri rumah megah milik istrinya yang pertama, tumimbal lahir[1] Good-doer. Di luar rumah megah itu ada taman milik istrinya yang kedua, tumimbal lahir Beauty. Dan ada juga kolam surgawi milik istrinya yang ketiga, tumimbal lahir Happy.

Akan tetapi, Well-born telah meninggal dan terlahir kembali sebagai seekor bangau kecil di dalam hutan. Karena dewa Sakka merindukannya, ia menemuinya dan membawanya ke alam Surga 33 untuk singgah. Ia menunjukkan kepadanya rumah yang megah, taman dan kolam surgawi milik dari ketiga istrinya. Ia berkata kepadanya bahwa, dengan melakukan perbuatan yang baik, ketiga istri lainnya telah memperoleh jasa kebajikan. Jasa kebajikan ini telah memberikan mereka kebahagiaan, baik dalam kehidupan mereka sebelumnya dan pada kelahiran-kelahiran mereka.

Continue reading

Surga 33 (BAGIAN 2. KASIH SAYANG)


 

 

Pada saat itu, di zaman dahulu kala, ada beberapa dewa jelek tidak beruntung yang disebut “Asura”. Mereka dibawa untuk tinggal di alam surga tingkat ke dua.

Seseorang yang pada kehidupan lampaunya menjadi Magha yang Baik, sekarang adalah Sakka, Raja dari alam Surga 33. Ia berpikir, “Kenapa kita harus, yang merupakan tiga puluh tiga dewa, tinggal di alam Surga kita dengan para Asura jelek tidak beruntung ini? Karena ini adalah dunia kita, marilah kita hidup bahagia dengan diri kita sendiri.”

Kemudian ia mengundang para Asura ke sebuah pesta dan menyuruh mereka mabuk dengan minuman keras yang sangat memabukan. Tampaknya, dengan dilahirkan kembali, Raja Sakka telah melupakan beberapa ajarannya sendiri sebagai Magha yang Baik. Setelah membuat para Asura mabuk, ia membawa mereka pergi ke alam surga yang lebih rendah, yang sama besarnya dengan alam surga 33.

Continue reading