Tanggung Jawab Universal dan Lingkungan Global Kita


oleh H. H. Dalai Lama

Terjemahan oleh Selfy Parkit

Sunset @Jimbaran Intercontinental Resort - Bali

Sunset @Jimbaran Intercontinental Resort – Bali -Selfyparkitpic

Ketika berakhirnya abad ke – 20, kita menemukan bahwa dunia telah semakin mengecil. Manusia di dunia telah hampir menjadi satu komunitas. Politik dan Alianansi (Persekutuan) militer telah menciptakan kelompok multinasional yang besar; industri dan perdagangan internasional telah melahirkan ekonomi global. Komunikasi di seluruh dunia melenyapkan pembatas jarak, bahasa dan ras. Kita juga terseret bersama oleh masalah besar yang kita hadapi yaitu: kelebihan penduduk, menipisnya sumber daya alam, dan krisis lingkungan yang mengancam udara, air, dan pepohonan, serta begitu banyak makhluk hidup yang menjadi pondasi penting keberadaan planet kecil yang kita tinggali bersama ini.

Saya percaya bahwa untuk menghadapi tantangan di zaman kita ini, umat manusia harus membentuk rasa tanggung jawab universal yang lebih kuat. Masing – masing kita harus belajar untuk bekerja  tidak hanya untuk dirinya, keluarga atau bangsanya sendiri, tetapi juga demi kepentingan seluruh umat manusia. Tanggung jawab universal adalah kunci nyata menuju kelangsungan hidup manusia. Ini merupakan pondasi/dasar terbaik untuk kedamaian dunia, penggunaan sumber daya alam yang wajar, dan dengan memperhatikan generasi mendatang, kepedulian terhadap lingkungan.

Itulah mengapa begitu melegakan melihat organisasi-organisasi non – pemerintah seperti kalian. Peran kalian dalam mengasah masa depan yang lebih baik sangat diperlukan. Saya telah melewati banyak organisasi seperti itu yang dibentuk oleh sukarelawan berdedikasi yang memiliki kepedulian yang tulus bagi sesama umat manusia. Komitmen seperti ini menggambarkan “garis depan” proses sosial dan lingkungan. Continue reading

Advertisements

Kekuatan Cinta Adut


Hi, bloggers pembaca setia cerita-ceritaku, kali ini aku akan mem-reposting tulisanku yang dulu pernah di posting di Websiteku yang lama www.happymorningsun.com yang sekarang sudah tidak aktif lagi. Tulisan ini adalah hasil karyaku yang kutulis pada tahun 2009 guna mengikuti lomba menulis sinopsis BFBA oleh LA Light. Aku segaja tidak melakukan banyak perombakan guna mempertahankan keaslian skillku di tahun 2009, namun ada sedikit perubahan kata dan cerita agar lebih mendramatisir dan lebih masuk akal. hehehe… Selamat membaca!

Short synopsis By Selfy Parkit

Lisa dan Willy adalah pasangan muda yang sudah lama bertunangan dan akan segera menikah. Namun, rencana pernikahan mereka harus kandas lantaran Willy meninggal, seminggu sebelum hari pernikahannya. Willy yang semasa hidupnya teramat menyukai dan melekat terhadap binatang perliharaannya, ternyata terlahir kembali sebagai seekor anak anjing peliharaan Ibu Grambel, yaitu seorang janda tua yang hidup sendiri dan bertempat tinggal di sebelah rumah Lisa.

Sementara tunangannya menjalani hidupnya sebagai seekor anjing, Lisa sang penulis novel akhirnya menerima tawaran bosnya untuk mengambil cuti dalam beberapa minggu guna menenangkan dirinya. Selama liburannya di rumah, Lisa menjadi lebih mengenal dekat para tetangganya. Satu hal yang membuatnya terhibur adalah seekor anak anjing Ibu Grambel yang baru saja dilahirkan yang tak lain adalah kelahiran kembali dari tunangannya itu.

Continue reading

Cinta Nenek


By. Selfy Parkit

‘Nenek cucumu merasa sepi dan hampa, bawalah aku ke tempatmu sebentar saja’, pinta Vita lirih dalam hati. Gadis kecil itu tampak tak terurus, seharian sudah ia tidak makan. Wajahnya pucat dan Matanya bengkak karena menangis, yang ia lakukan hanyalah merebahkan tubuhnya di atas kasur tua di bawah atap bocor bertambalkan kaca-kaca bening tempat para bintang mengitipnya dari langit.

“Meong… meoong….” puluhan kucing mengeong kelaparan, sebagian dari mereka sudah pergi untuk mencari makan, sebagian lagi tetap setia menunggui Vita untuk memasak makanan kesukaan yang selama ini mereka makan. Ikan asin dengan sayur mayur hasil kebun sendiri nampaknya sudah seharian tidak dihidangkan kepada mereka. Pangilan mereka bersautan ‘Meong… meoong… meoong….” Seakan-akan mereka mengerti dan merasakan kesedihan Vita. Namun Vita seakan tuli, tenggelam dalam kekalutannya. Baginya tak ada lagi kehidupan, dunia terasa sepi dan tak ada lagi mimpi-mimpi yang bisa ia bagi dengan neneknya, orang yang selama ini ada di sisinya. Continue reading

Aku Menangis Untuk Adikku Enam Kali


Aku lahir di sebuah desa pegunungan terpencil. Hari demi hari kedua orangtuaku membajak tanah kuning yang kering dengan punggung mereka menghadap ke langit.

Aku memiliki seorang adik laki-laki, 3 tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang sepertinya semua para gadis di sekelilingku memilikinya, Aku mencuri 50 sen dari laci ayahku. Ayah mengetahuinya dengan segera. Dia membuat Aku dan adikku berlutut menghadap dinding, dengan sebatang tongkat bambu di tangannya. “Siapa yang mencuri uang itu?” Tanyanya.

Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar satu pun dari kami yang mengaku, jadi dia berkata, “Baiklah, jika tak ada satu pun yang mau mengaku, kalian berdua harus dipukul!” Dia mengangkat tongkat bambu itu. Tiba-tiba, adikku mencengkram tangan ayah dan berkata, “Ayah, Akulah orang yang melakukannya!”

Continue reading

Surat Cinta Untuk Seorang Teman



“Aku percaya padamu sebagaimana Aku selalu memaafkan kesalahan-kesalahanmu dulu”

Beberapa hari lalu dia meneleponku, suaranya parau dan terdengar letih. Terasa kesedihan di setiap alunan kata-katanya. Dia tidak seperti biasanya, tidak lagi menghina, mencaci-maki, ataupun mengucapkan kata-kata kasar seperti yang dia sering lakukan ketika meneleponku. Bukan berarti dia membenciku, hanya saja begitulah gayanya mengekspresikan perasaannya. Kasar dan kadang tak berprikemanusiaan… Ya, menyakitkan.. Tapi selalu menghibur dan membuat kami berdua tertawa. Hubungan kami berdua memang sudah tidak seperti dulu lagi, sudah jarang berbicara lewat telepon, apalagi untuk bertatap muka. Jujur, bukan hanya kesibukanku saja yang membuatku tak pergi ke rumahnya, tapi karena memang adakalanya aku enggan untuk menemuinya. Terkadang ada saja prilaku yang membuatnya tampak menyebalkan jika kita saling bertemu dan berbicara. Ya.. begitulah Aku dan dia kalau sudah berhubungan, tak pernah terlihat akur dan senang sekali saling mengejek satu sama lain. Sepertinya hal itu memang sudah menjadi dasar dari rasa sayang Aku dan Dia. Percakapan kami lewat telepon beberapa hari lalu mengingatkanku kembali akan semua kenangan-kenangan yang sudah lama berlalu. Cerita-cerita yang pernah dia dongengkan dulu, rasanya  sekarang ini bukan lagi menjadi senjata andalannya, melainkan mungkin telah menjadi batu sandungan baginya. Bukan suatu kebanggaan, apalagi sesuatu yang bisa dijadikan bahan melucu untuk merayu semua wanita yang mudah dirayu agar masuk ke dalam pelukannya. Saat ini cerita-cerita super heronya itu malah menjadi beban dalam hidupnya… Bahkan menjadi himpitan untuk terus menjalani hidupnya sekarang. Dia boleh menjadi jagoan di masa lalu, menjadi yang paling beken maupun yang disegani di kalangannya. Namun saat ini teman, waktu telah berubah. Kau bukan lagi jagoan, bukan lagi orang beken ataupun orang yang disegani di kalanganmu. Kau sekarang bukan lagi seorang pemberani yang nekad mengorbankan nyawamu di tengah-tengah pertarungan, demi sebuah persahabatan hitammu. Kau sekarang hanyalah seorang penakut yang takut karena lingkungan tak lagi mempercayaiMU.

TAPI, jangan khawatir teman, Aku selalu mempercayaimu sebagaimana Aku selalu memaafkan kesalahan-kesalahanmu… Aku percaya kau sudah berubah… Jangan biarkan orang lain merenggut kebahagiaanmu. Biarlah mereka bicara apa saja tentang dirimu, jangan kau pedulikan… Mereka bukanlah penentu kebahagiaanmu… Mereka tidak berhak atas kebahagiaanmu… Raihlah kebahagiaanmu Teman. Kalau saja hari ini kau bersedih karena mereka tak mempercayaimu… Tak percaya bahwa kau telah berubah. Masih ada Aku, temanmu yang mempercayaimu. Walaupun Aku satu dari seribu, namun Aku tetap setia mendukungmu, memberikanmu semangat, kasih sayang dan memberimu pundakku untuk kau tangisi. Janganlah menyerah teman.. Mereka hanya ingin melampiaskan kemarahan mereka.. Mereka hanya merasa takut, mereka hanya merasa khawatir dan tidak suka. Namun tidak ada satu pun dari mereka yang boleh menghalangimu untuk dapat berubah dan menjadi penentu kebahagiaanmu sendiri.

“Aku sudah berusaha bersabar dan bertahan, tapi mereka tetap saja tak percaya”, begitu katamu.. Ku tahu kau rentan pecah, karna kau baru memulai. Kau menjadi tak sabar dan kini kehilangan kepercayaan diri. Kau menjadi terkucilkan, dan merasa tak diterima. Tapi teman, kesabaran tak ada batasnya, yang harus kau lakukan hanyalah menunggu dan membuktikan bahwa kau benar-benar berubah, bersungguh-sungguh menjadi pribadi yang baru. Jika memang lingkunganmu tak mendukungmu untuk menjadi lebih baik, carilah lingkungan baru yang mampu mendukung dan mengajarkanmu untuk berubah. Apa pun yang terjadi teman, Aku tetap mendukung dan mempercayaimu.

Teman waktu yang lalu sudah berlalu… Waktu itu hanya bisa dikenang, janganlah dijadikan penyesalan. Seperti hal nya Aku yang tak pernah menyesali hubunganku denganmu… Aku berterima kasih padamu teman, karena dengan kaulah banyak hal yang Aku pelajari, banyak hal yang harus Aku syukuri. Seperti itulah harusnya kau lakukan. Jangan selalu menyesali apa yang telah kau perbuat terhadapku dan yang lain. Syukurilah bahwa kita masih berteman dan kau masih dapat memperbaikinya. Jangan berhenti berubah untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan membawamu pada kebahagiaan.

With Care,

Selfy Parkit

Tangerang, 15th July 2009

DESA HATI


By Selfy Parkit

Di sebuah desa terpencil yang bernama desa Hati, tinggallah tiga orang sahabat yang bernama Tulus, Cinta dan Teman. Tulus dan Cinta adalah saudara kandung, mereka selalu bersama-sama dalam melakukan segala hal, di mana pun Cinta berada Tulus akan selalu ada bersamanya. Namun begitu kadang kedua gadis ini pun berselisih, perihal sikap Cinta yang sedikit egois dan selalu ingin menikmati kesenangannya sendirian saja tanpa tulus. Apalagi kalau Cinta sudah jalan bareng dengan Teman, kadang-kadang Tulus tidak diajaknya pergi dan dibiarkan sendirian di rumah. Walaupun Tulus sedih, tapi hati Tulus selalu berusaha mengerti Cinta, karena Tulus sangat menyayangi saudari kembarnya itu.

Continue reading

Jangan Disimpan Terlalu Lama


By Selfy Parkit

Ketika umurku 19 tahun, aku bertemu seorang pria yang merubah seluruh hidupku. Saat itu umurnya 26 tahun dan dia terlihat lebih muda dari laki-laki seumurannya. Penampilannya yang rapih, membungkus tubuhnya yang kurus, kulitnya putih dan matanya berwarna hitam, membuat dirinya lumayan tampan, apalagi jika ia mulai tersenyum. Pertemuan kami yang begitu singkat di sebuah acara keagamaan, membawa arti kesan yang mendalam bagi dirinya, hingga akhirnya memberikannya keberanian untuk mendekatiku lagi.

Di lain kesempatan kami bertemu kembali dan saat itu ia menawarkan diri untuk mengantarkanku ke kampus dengan motor bebeknya. “Aku tak keberatan, jika kau ingin mengantarkanku”, kataku. Tanpa pikir panjang diantarkannya Aku sampai di kampusku. Di dalam perjalanan kami saling berbicara, dia sempat menanyakan kapan Aku akan pulang dari kampus dan Aku memberitahukannya tanpa sempat berpikir kalau ia akan menjemputku. Begitu juga hari-hari selanjutnya setelah ia selesai meneleponku ia akan menunggu di depan kampus dan menjemputku. Ia akan selalu menatap lalu tersenyum kepadaku, namun Aku merasa tidak nyaman saat itu. Hari demi hari keadaan ini terus berlanjut, ia menjadi sering mengantar jemputku ke kampus. Aku tak kuasa menolak kebaikan hatinya dan Aku mulai merasa khawatir dengannya.

Continue reading