Kelahiran dari Pohon Beringin (Menghormati yang Lebih Tua)


brown-oak-tree-hiPada suatu ketika, terdapatlah pohon beringin besar di bawah pegunungan Himalaya yang besar. Di dekat pohon ini tinggallah tiga sahabat baik. Mereka adalah seekor burung puyuh, monyet dan gajah. Mereka bertiga sangatlah pandai. Kadangkala ketiga sahabat ini menemukan ketidaksepakatan. Ketika hal ini terjadi, mereka tidak mempertimbangkan pendapat dari salah satu di antara mereka yang lebih berharga. Tidak peduli seberapa banyak pengalaman yang telah dimiliki, pendapat dia diperlakukan sama seperti yang lainnya. Sehingga mereka membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan suatu kata sepakat. Setiap kali hal ini terjadi, mereka harus memulai kembali dari awal untuk menemukan jalan keluar.

Beberapa waktu kemudian mereka menyadari bahwa akan menghemat waktu dan mempererat tali persaudaraan mereka, jika ketidaksepakatan itu diselesaikan dengan cepat. Mereka memutuskan bahwa akan sangat membantu jika mereka mempertimbangkan dulu pendapat yang paling berharga. Kemudian, jika mereka sepakat pada pendapat ini, mereka tidak harus membuang waktu dan bahkan mungkin mengendurkan persahabatan mereka dengan memperdebatkan dua pendapat lainnya.

Beruntung, mereka semua berpikir bahwa pendapat yang paling berharga adalah dari siapa yang paling banyak memiliki pengalaman. Dengan demikian, mereka dapat hidup bersama dengan penuh kedamaian jika mereka lebih menghormati yang paling tua di antara mereka. Hanya jika pendapatnya benar-benar tidak tepat, mereka akan mempertimbangkan pendapat yang lainnya. Sayangnya, gajah, monyet dan burung puyuh tidak tahu siapa yang lebih tua di antara mereka.

Sebelum diputuskannya bahwa yang tertua harus dihormati, mereka tidak punya alasan untuk mengingat ulang tahun atau umur mereka. Kemudian suatu hari, disaat mereka beristirahat di bawah bayangan pohon beringin yang besar, si burung puyuh dan monyet bertanya kepada gajah, “Sejauh yang kamu ingat, dahulu sebesar apakah pohon beringin ini?” Si gajah menjawab, “Aku mengingat pohon ini sudah lama sekali. Ketika aku masih bayi, aku biasanya menggaruk perutku dengan menggesekkannya ke pucuk tunas-tunas yang ada di atas pohon beringin ini.” Kemudian monyet berkata, “Ketika aku masih bayi yang ingin serba tahu, aku terbiasa duduk dan memperhatikan dengan mendalam bibit pohon beringin kecil. Terkadang aku harus membungkuk dan menggigit pucuk daun-daunnya.” Monyet dan gajah bertanya kepada burung puyuh, “Sejauh yang kamu ingat, dahulu sebesar apakah pohon beringin ini?” Si puyuh menjawab, “ketika masih kecil, aku sedang mencari makan di hutan terdekat. Di hutan tersebut, terdapat pohon beringin tua yang lebat, yang dipenuhi buah berry matang. Aku makan sebagian buah berry tersebut, dan di hari berikutnya aku sedang berdiri di sini. Di sinilah aku membiarkan kotoranku terjatuh dan bibit-bibit yang terkandung di dalamnya tumbuh menjadi pohon yang lebat ini!” Monyet dan gajah berkata, “Aha! Tuan puyuh, kamu pasti yang paling tua. Kamu layak menerima penghormatan dari kami. Mulai sekarang kami akan lebih memperhatikan kata-kata kamu. Berdasarkan kebijaksanaan dan pengalaman kamu, nasihatilah kami ketika kami berbuat kesalahan. Ketika muncul ketidaksepakatan, kami akan menempatkan pendapat kamu sebagai yang tertinggi. Kami hanya berharap kamu jujur dan adil. Si puyuh menjawab, “Aku berterima kasih atas penghargaan dari kalian dan aku berjanji untuk selalu melakukan yang terbaik untuk mewujudkan hal tersebut.” Dengan demikian bahwasanya si burung puyuh kecil yang bijaksana ini adalah Bodhisatta – Yang Tercerahkan.

Pesan Moral : menghormati nasihat bijak dari yang lebih tua menciptakan keharmonisan.

Diterjemahkan oleh Ika Pritami dan Cristina Kimberly Howard, Editor Selfy Parkit Sumber: Prince Goodspeaker – Buddhist Tales for Young and Old Volume 1, Stories 1-50

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s