Monday!!! Oh No…


By. Selfy Parkit

monday
Sabtu… Minggu… Senin… Arghh…. Mengapa harus ada hari Senin setelah hari Minggu??? Hari pertama masuk sekolah, dan hari paling malas setelah liburan akhir pekan. Hari yang sungguh-sungguh tak pernah kutunggu dalam seminggu. Lalu mengapa juga di hari yang paling menyebalkan ini harus ada pelajaran bahasa Inggris yang pelajarannya agak ngejelimet (sulit). Ditambah lagi mengapa harus Miss Yayuk yang mengajar??? Tugas… tugas… tugas… pasti tugas…. Memang guru muda yang satu itu tidak pernah jauh dari tugas. Aku malas mengerjakan semua tugas yang diberikannya. Apalagi jika tugas yang kukerjakan salah, tidak segan-segan deh si bu guru berkaca mata tebal itu akan menambahkan tugasku lagi. Hu… hu… benci… benci… kesalll…. Mengapa di hari yang malas, terdapat pelajaran yang ngejelimet, ditambah seorang guru yang menyebalkan… arrghh….

Sophia!!! Is Sophia coming?” (“Sophia!!! Apakah Sophia hadir?”) “Yes, Miss” (“Ya, Miss”), bahkan mendengar suaranya yang kebarat-baratan ala Cinta Laura itu pun Aku sudah sebalnya bukan main. Tapi Aku pastikan kalau hari ini adalah hari terakhirku di kelasnya. Aku sudah belajar mati-matian agar bisa lulus dari mata pelajarannya. Aku ogah kalau semester depan harus mengulang pelajarannya, dan bertemu lagi dengan si Miss Yayuk tentunya. “Ok please put your bag to the front of the class, and I remind you that there will be no score for the one who cheating!” (“Oke, taruhlah tasmu di depan kelas, dan Miss ingatkan kepada kamu bahwa tak akan ada nilai untuk yang mencontek!”) bla… bla… bla… seperti biasa dengan gayanya yang khas, bu guru yang belum menikah itu pasti akan melakukan apa yang dikatakannya. Ingat Aku waktu ujian beberapa bulan yang lalu Aku sempat ketahuan menyontek olehnya, dan apa yang terjadi? Alih-alih menebus nilaiku, diberikannya seabrek tugas kepadaku. Cukup sudah Miss! Kali ini Aku akan terbebas dari tugas-tugasmu, karena Aku sudah siap menghadapi soal-soal ujianmu yang sekarang ada di depan mataku.

Huuu…  duduk sendirian, walaupun sudah belajar pagi siang sore malam, tapi keringat dingin karena grogi tetap saja bercucuran. Dua lembar kertas dengan 40 nomor pilihan ganda, 5 soal betul atau salah, dan 5 pertanyaan essay. Ah.. ha… pasti Aku bisa mengerjakan semua ini. Aku harus yakin, dan akhirnya selamat tinggal Miss Yayuk.

Suasana kelas yang sunyi sepi benar-benar memperjelas bunyi detik-detik jam dinding kelas, sama halnya dengan jam tangan di lengan kiriku menunjukkan waktu 15 menit telah berlalu dan 15 soal pilihan ganda sudah berhasil kukerjakan. Oughh… mengapa tiba-tiba saja perut ini jadi sakit melilit dan mataku mulai berkunang-kunang, huruf-huruf di kertas ujianku seperti bertumpuk dan bertambah  banyak. Pusing… pusing… pusing… mengapa tiba-tiba saja kepala ini menjadi pusing. Ahh… tidakkk…, jangan sakit sekarang, jangan hari ini, please ‘sakit’  biarkanlah Aku menyelesaikan yang satu ini dulu. Hmm… ini semua gara-gara Aku sering tidur malam dan terlambat makan karena belajar guna menghadapi ujian akhir semester. Ternyata belajar SKS (Sistem Kebut Semalam) yang selama ini Aku lakukan telah menyedot seluruh energiku dalam satu minggu. Oh my goodness, ini baru nomor yang ke 20, perutku terasa mual… pingin muntah… pingin muntah,

Miss excuse me!!” (“Miss permisi!!”) Aku berlari keluar pintu dan… “Owe…” Aku muntah ke dalam tong sampah berukuran besar. “What happen to you Sophia?” (“Ada apa denganmu Sophia?”), tanya Miss Yayuk seraya menepuk pundakku. “Are you sick?” (“Apakah kamu sakit?”) “Hmm… yes I am!” (“Hmm… iya!”), jawabku agak malu karena telah muntah di depan kelas dengan alunan suara yang tak sedap didengar. “Ok… you better come with me!” (“Oke… sebaiknya kamu ikut dengan saya!”), katanya sambil menyuruh asistennya untuk mengawasi kelas. Wah mau kemana, matilah Aku, pasti pertanyaannya macam-macam nih. Jangan-jangan Miss Yayuk mengira Aku ini hamil. Oh… tidak… Lalu bagaimana dengan ujianku, bisa-bisa Aku tidak lulus karena kehabisan waktu, masa Aku harus mengulang di semester depan! Apa mungkin Miss Yayuk mau memberikanku waktu ujian susulan? Oh… pikiran ini terus saja berputar-putar, kepala ini jadi tambah pusiiinggg…

“Sophia,…” seru Miss Yayuk sambil membuka pintu UKS, syukurlah Aku dibawanya ke ruangan ini dan bukan ke kantornya guna menanyaiku macam-macam. “… kamu itu masuk angin, sini Miss kerokin sebentar setelah itu kamu pasti merasa baikan dan bisa kembali mengerjakan ujianmu!”. Ah.. kerokan!! “Tidak apa-apa saya tidur di UKS aja Miss.” Waduh apa tidak salah Miss Yayuk mau melakukan hal yang merepotkan ini kepadaku! “Kamu percaya deh sama Miss, sebentar juga sembuh.” Paksanya meyakinkanku. Oh..ouw pengobatan tradisional ala kepercayaan, ya mau tidak mau daripada perutku terus mual, kepalaku pening tujuh keliling dan Aku tak selesai mengerjakan ujianku, ditambah lagi harus mengulang semester depan dan diajar kembali oleh Miss Yayuk. “ya..ya.. ya… boleh saya mau” Tak menyangka setelah 10 menit sehabis pengobatan tradisional ala Miss Yayuk, badanku jadi agak lebih segar. Rasanya Aku siap bertempur kembali. Eng ing eng… “Miss I think I can continue my exam!” (“Miss saya rasa saya bisa melanjutkan ujian saya!”), sahutku sambil menyeringai. “Are you sure?” (“Apa kamu yakin?”) Tanya Miss Yayuk memastikan “Absolutely yes!” (“Yakin dong!”)

Gila… gila… gila… akhirnya Aku bisa melanjutkan ujianku, tak mengira pengobatan traditional yang paling Zadul (Zaman Dulu) telah menyelamatkanku dari tugas-tugas Miss Yayuk yang menyebalkan. Aku yakin pasti lulus. Sabtu… Minggu…. Senin… yes, hari ini akan jadi hari yang menentukan. Hari pengumuman kenaikan kelas, hari kebebasanku, dan tidak ada lagi mata pelajaran bahasa Inggris Miss Yayuk di semester depan…

Aku melangkah pasti menuju gerbang sekolah, langkah ini terasa ringan tidak seperti biasanya. Hei… mengapa setiap murid dikumpulkan di lapangan. “Philo.. Philo, ada apa gerangan?” “Apa kau tak tahu Sophia? hari ini kan hari perpisahan kita dengan Miss Yayuk!” jawab teman sekelasku dengan logat bataknya yang kental. “Perpisahan? Maksudnya?” “Si Miss Yayuk kan dapat tugas dinas ke luar kota, bagaimana sih kau ini, masa tak tahu kabarnya!” seru Philo mengakhiri pembicaraan.

Seketika peluh keringat membasahi tubuhku, seketika pikiran ini mulai memutar ulang atas apa yang kupikirkan, kuucapkan dan kuperbuat kepada Miss Yayuk. Arghh… hati kecilku berteriak Miss jangan tinggalkan Aku pada saat begini, jangan tinggalkan Aku ketika Aku mulai menyadarinya. Miss Aku menyesal, beri Aku waktu untuk memperbaikinya…

Setiap siswa dan siswi mulai berbaris memberikan ucapan perpisahan kepada Miss Yayuk, ada yang bersalaman, berpelukan dan tak sedikit yang menitikkan air mata. Jangan… jangan… Aku jangan nangis… kubendung kelopak mata ini dan luapan air mata yang berbondong-bondong ingin keluar. Tiba saatnya giliranku, tak tertahanlah sudah luapan emosi di dada ini, Aku pun menangis sejadi-jadinya. Bulir-bulir air mata ini membasahi pundaknya yang kecil… Kudekap erat Miss Yayuk dan dia tersenyum saat kutatap matanya yang berlinang air mata. “Hai Sophia, you’ve got a great score (kamu sudah mendapakan nilai yang sangat bagus), kamu pasti sudah belajar dengan keras ya!” “Yes indeed (ya tentu), berkat Miss dan tugas-tugas yang diberikan Miss. I really thank you for that… (saya sangat berterima kasih untuk itu…” Air mata ini terus mengalir tiada henti, lidah ini kelu… “I am Sorry Miss!” (“Maafkan saya Miss!”), Miss Yayuk menepuk pundakku dengan lembut, “Hei… as your teacher I really care of you, just do it what you have to do, (Hei… sebagai gurumu saya sangat peduli padamu, lakukanlah apa yang harus kamu lakukan), dan kamu akan tahu hasilnya di kemudian hari.” Air mataku terus bercucuran, namun sanubari ini seketika tergugah oleh kata-kata terakhir Miss Yayuk, ‘Lakukanlah apa yang harus kau lakukan’… dan akan mulai kulakukan apa yang harus kulakukan.. this monday morning, yes this monday (di hari senin pagi ini. Ya senin ini) Selamat jalan Miss Yayuk.monday2

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s