Dua Aliran Utama Agama Buddha


By Venerable K. Sri Dhammananda

 Aliran Buddhisme

Pengikut Budhha yang sesungguhnya dapat mempraktikkan agama ini tanpa harus mengikuti aliran atau sekte mana pun.

 

Seratus tahun setelah Buddha parinibbana, di India muncul delapan belas aliran atau sekte yang berbeda-beda, yang semuanya mengaku mewakili ajaran asli Buddha. Perbedaan di antara aliran tersebut didasari karena penafsiran yang berbeda dari ajaran Buddha. Selang beberapa waktu, aliran-aliran tersebut secara bertahap bergabung menjadi dua aliran utama, yaitu Therawada dan Mahayana. Sekarang, mayoritas pengikut agama Buddha dibagi menjadi dua aliran tersebut.

Pada dasarnya, Buddhisme Mahayana tumbuh dari ajaran Buddha bahwa setiap individu membawa potensi Buddha dalam dirinya sendiri. Therawada mengatakan bahwa potensi itu dapat direalisasikan melalui usaha tiap individu. Mahayana, di sisi lain, percaya bahwa mereka dapat mencari keselamatan melalui campur tangan lain yang lebih superior yang disebut Bodhisatta. Menurut mereka, Bodhisatta adalah Buddha di masa mendatang yang mempunyai belas kasih kepada sesama manusia, menunda pencapaian ke-Buddha-an mereka sendiri sampai mereka sudah membantu yang lain mencapai kebebasannya. Terlepas dari perbedaan dasar. Bagaimana pun, perlu ditekankan bahwa secara doktrin, tidak ada perbedaan pendapat mengenai Dhamma yang telah tercantum di naskah Tripitaka. Karena Buddhis telah bebas menafsirkan Kitab Suci menurut pemahaman mereka sendiri. Tetapi di atas semua itu, Mahayana dan Therawada, keduanya adalah satu dalam melakukan penghormatan terhadap Buddha.

Area kesepakatan di antara kedua aliran tersebut adalah :

  1. Kedua aliran menerima Buddha Sakyamuni sebagai Guru.
  2. Empat Kebenaran Mulia sama persis di kedua aliran.
  3. Jalan Mulia berfaktor Delapan sama persis ke di kedua aliran.
  4. Paticca-Samuppada atau ajaran Musabab yang saling Bergantung adalah sama di kedua aliran.
  5. Kedua aliran menolak gagasan penguasa tertinggi yang mencipta dan mengatur dunia.
  6. Kedua aliran menerima Anicca (perubahan), Dukkha (ketidakpuasan), Anatta (tanpa inti yang kekal) dan Sila (aturan moral), Samadhi (keheningan), Panya/pañña (kebijaksanaan) tanpa perbedaan apa pun.

Beberapa orang berpandangan bahwa Therawada egois karena mengajarkan orang-orang harus mencari keselamatan mereka sendiri, Tetapi, bagaimana orang yang egois mencapai Pencerahan? Kedua aliran menerima tiga Yana atau Bodhi (Pencerahan) dan menganggap cita-cita Bodhisatta sebagai yang tertinggi. Mahayana telah membuat banyak pandangan Bodhisatta, sedangkan Therawada percaya bahwa Bodhisatta adalah manusia di antara kita yang telah mengabdikan hidupnya untuk mencapai kesempurnaan, dan akhirnya menjadi seorang Buddha yang Telah Tercerahkan sepenuhnya untuk kesejahteraan dan kebahagiaan dunia.

Istilah Hinayana (Kendaraan Kecil) dan Mahayana (Kendaraan Besar) tidak dikenal dalam literatur Pali Therawada. Mereka tidak ditemukan di Kanon Pali (Tripitaka) atau di komentar-komentar Tripitaka.

Umat Buddha Therawada mengikuti tradisi-tradisi keagamaan orthodox (berpegang teguh pada peraturan atau ajaran resmi) yang sudah berlaku di India sejak 2.500 tahun yang lalu. Mereka melakukan pelayanan keagamaan mereka dalam bahasa Pali. Mereka juga berharap untuk mencapai tujuan akhir (Nibbana) dengan menjadi Buddha yang Telah Tercerahkan Sepenuhnya, Pacceka Buddha, dan atau Araha (tingkat kesucian tertinggi). Mayoritas dari mereka lebih memilih menjadi Araha. Buddhis di Sri Lanka, Burma, dan Thailand mengikuti aliran ini (Therawada). Mahayana telah mengubah kebiasaan-kebiasaan keagamaan yang kuno. Praktik mereka sesuai dengan kebiasaan dan tradisi negara tempat mereka tinggal. Mahayana melakukan pelayanan keagamaan mereka dalam bahasa asal mereka (mother tongue). Mereka  berharap mencapai tujuan akhir (Nibbana) dengan menjadi Buddha. Oleh karena itu, mereka menghormati baik Buddha maupun Bodhisatta (seseorang yang ditakdirkan untuk menjadi seorang Buddha) dengan rasa hormat yang sama. Buddhis di Cina, Jepang, dan Korea mengikuti aliran ini. Kebanyakan dari mereka di Tibet dan Mongolia mengikuti aliran lain Buddhisme, yang dikenal dengan Vajrayana. Umat Buddha percaya bahwa aliran ini lebih condong kepada sekte Mahayana.

Hal ini diterima secara universal oleh para pengikut aliran bahwa istilah Hinayana dan Mahayana ditemukan belakangan. Sejarah berbicara, Therawada sudah ada jauh sebelum istilah-istilah ini muncul. Therawada, dianggap sebagai ajaran asli Buddha, diperkenalkan ke Sri Lanka dan didirikan di sana pada abad ke-3 SM, pada masa Kaisar Asoka di India. Pada waktu itu tidak ada yang disebut Mahayana. Mahayana muncul kemudian, sekitar awal Era Kristen. Buddhisme yang menuju ke Sri Lanka, dengan Tripitaka dan Komentar-komentarnya, pada abad ke-3 SM, tetap di sana, utuh sebagai Therawada, dan tidak datang ke lokasi sengketa Hinayana-Mahayana yang kemudian berkembang di India. Dengan alasan inilah sepertinya tidak masuk akal memasukkan Therawada di salah satu kategori. Namun, setelah peresmian World Fellowship of Buddhists pada tahun 1950, orang-orang mendapatkan informasi, baik di Timur dan di Barat, menggunakan istilah Therawada dan bukan istilah Hinayana. Pada kenyataannya, Sutra Samdhi Nirmorcana (Sutra Mahayana) dengan jelas mengatakan bahwa Sravakayana-Therawada dan Mahayana merupakan satu Yana (ekayana) dan mereka bukanlah dua hal yang berbeda dan berbeda “kendaraan”. Walaupun begitu, aliran lain Buddhisme menyatakan perbedaan pendapat dalam ajaran Buddha, mereka tidak pernah melakukan kekerasan yang mengakibatkan pertumpahan darah selama lebih dari 200 tahun. Inilah keunikan dari toleransi umat Buddha.

Venerable Dr. K. Sri Dhammananda

Brickfields, Kuala Lumpur

Diterjemahkan oleh seorang teman di Yogyakarta

diedit oleh Selfy Parkit.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s