Surga 33 (BAGIAN 3. JASA KEBAJIKAN)


Raja Sakka kembali dengan kemenangan ke kerajaannya di alam Surga 33. Di sebelahnya, berdiri rumah megah milik istrinya yang pertama, tumimbal lahir[1] Good-doer. Di luar rumah megah itu ada taman milik istrinya yang kedua, tumimbal lahir Beauty. Dan ada juga kolam surgawi milik istrinya yang ketiga, tumimbal lahir Happy.

Akan tetapi, Well-born telah meninggal dan terlahir kembali sebagai seekor bangau kecil di dalam hutan. Karena dewa Sakka merindukannya, ia menemuinya dan membawanya ke alam Surga 33 untuk singgah. Ia menunjukkan kepadanya rumah yang megah, taman dan kolam surgawi milik dari ketiga istrinya. Ia berkata kepadanya bahwa, dengan melakukan perbuatan yang baik, ketiga istri lainnya telah memperoleh jasa kebajikan. Jasa kebajikan ini telah memberikan mereka kebahagiaan, baik dalam kehidupan mereka sebelumnya dan pada kelahiran-kelahiran mereka.

Ia berkata, “Kau, bangauku tersayang, dalam kehidupanmu sebelumnya sebagai Well-born, tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang baik semacam itu. Sehingga kau tidak memperoleh jasa kebajikan ataupun kebahagiaan, dan telah terlahir sebagai bangau hutan. Aku menasihatimu untuk mulai berada pada jalan kesucian dengan mengikuti Lima Latihan.”  Setelah diajarkan tentang Lima Latihan, bangau yang cantik itu memutuskan untuk mematuhinya. Lalu ia kembali ke dalam hutan.

Tidak lama sesudah itu, Raja Sakka ingin tahu tentang bagaimana si bangau melakukannya. Kemudian ia menyamar sebagai ikan dan tergelepar di hadapannya. Bangau mengangkat ikan itu melalui kepalanya. Dia hampir saja menelan Raja Surga 33, ketika ikan tersebut menggoyang-goyangkan ekornya.

Tiba-tiba bangau berpikir, “Ikan ini pastilah masih hidup!” Mengingat kembali akan latihan moral yang pertama, ia melepaskan ikan hidup itu ke dalam sungai. Muncul dari dalam air, Raja Sakka kembali ke wujud dewanya dan berkata, “Sangat baik sekali, bangauku sayang, bahwa kamu mampu untuk mematuhi Lima Latihan.” Kemudian ia kembali ke alam Surga ke dua.

Setelah habis masanya, bangau mati. Mengikuti Lima Latihan telah memberikannya jasa kebajikan dan juga pikiran yang damai. Kemudian ia terlahir kembali dengan rupa yang cantik, di dalam sebuah keluarga pembuat tembikar di Benares, di India bagian utara.

Sekali lagi Raja Sakka tertarik dalam menemukan di mana seseorang yang dulunya adalah Well-born, dan kemudian sebagai bangau, terlahir kembali sekarang. Raja Sakka menemukannya di dalam sebuah keluarga pembuat tembikar, dan berkeinginan untuk membantunya dalam memperoleh jasa kebajikan dan menemukan kebahagiaan.

Kemudian Raja Sakka menyamarkan dirinya sebagai orang tua dan menciptakan pedati yang penuh dengan mentimun-mentimun emas, Ia pergi ke Benares dan menyerukan, “Mentimun! Mentimun! Aku punya mentimun!”

Ketika orang-orang datang untuk membeli mentimun-mentimun menakjubkan ini, ia berkata, “Mentimun-mentimun emas ini tidak untuk dijual, aku akan memberikan semuanya, tetapi hanya kepada seseorang yang baik, yaitu, seseorang yang mengikuti Lima Latihan.”

Orang-orang itu berkata, “Kami tidak pernah mendengar mengenai Lima Latihan itu. Tetapi kami akan membeli mentimun-mentimun emasmu. Sebutkanlah harganya!” Ia mengulanginya, “Mentimun-mentimunku tidak untuk dijual. Aku sudah membawanya untuk diberikan kepada siapa saja yang mempraktikkan Lima Latihan.” Orang-orang menjawab, “Orang ini datang kemari hanya untuk menipu kita.” lalu mereka meninggalkannya sendiri.

Sesaat Well-born mendengar tentang orang yang luar biasa ini. Meskipun ia telah dilahirkan kembali, ia masih memiliki kebiasaan untuk mengikuti Lima Latihan. Kemudian ia berpikir, “Orang ini pastilah datang untuk mencariku.”

Perempuan itu pergi menemuinya dan meminta mentimun-mentimun emas tersebut. Ia berkata, “Apakah kamu menaati Lima Latihan? Sudahkah kamu menghindari membunuh makhluk apa pun, menghindari mengambil barang yang tidak diberikan, menghindari melakukan cara seksual yang salah, menghindari berbicara yang tidak benar dan menghindari kehilangan kesadaran karena alkohol?” Ia menjawab, “Ya tuan, aku mematuhi latihan-latihan ini dan aku merasa damai dan bahagia.”

Kemudian laki-laki tua itu berkata, “Aku membawakan mentimun-mentimun emas ini khusus untuk kamu, untuk membuatmu bersemangat dalam menambah kebajikan dan kebahagiaan di masa mendatang.” Lalu ia meninggalkan pedati mentimun emas itu bersamanya dan kembali ke Surga 33.

Sepanjang sisa hidupnya, perempuan itu begitu bermurah hati dengan semua emas-emasnya. Membagikan kebahagiaan kepada yang lain, ia menambah jasa kebajikan. Setelah meninggal, ia terlahir kembali sebagai putri dari Raja Asura. Ia tumbuh menjadi seorang dewi yang cantik rupawan. Bagi para Asura hal ini merupakan suatu keajaiban, karena sebagian dari mereka adalah yang terjelek dari semua para dewa.

Raja Asura merasa bahagia dengan kebaikan putrinya yang setara dengan kecantikannya yang telah termasyur. Ia mengumpulkan semua Asura dan memberikan kebebasan bagi putrinya untuk memilih seorang suami.

Sakka, Raja Surga 33, mengetahui tumimbal lahir yang terakhir dari seorang yang pernah menjadi istrinya – Well-born, kemudian menjadi seekor bangau dan seorang putri pembuat tembikar. Maka ia turun menuju ke alam surga yang lebih rendah dan menyerupai bentuk Asura jelek umumnya. Ia berpikir, “jika Well-born memilih seorang suami yang memiliki kualitas kebajikan yang sama seperti dirinya, kami akan bersatu kembali pada akhirnya!”

Karena hubungan lampaunya dengan Magha yang Baik, tumimbal lahir sebagai Raja Sakka, sekarang menyamar sebagai Asura umumnya, putri yang cantik pun tertarik kepadanya. Lalu putri Asura memilih dirinya di antara semua para Asura.

Raja Sakka membawa ia menuju alam Surga 33, menjadikan dirinya sebagai istri yang ke-empat, dan mereka hidup bahagia selamanya.

Pesan Moral: Lima Latihan adalah awal dari kebajikan. Kebajikan merupakan awal dari kedamaian dan kebahagiaan.

Diterjemahkan oleh Ika Pritami dan Cristina Kimberly Howard, Editor Selfy Parkit

 

Sumber: Prince Goodspeaker – Buddhist Tales for Young and Old Volume 1, Stories 1-50


[1] Kelahiran kembali.

2 thoughts on “Surga 33 (BAGIAN 3. JASA KEBAJIKAN)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s