Surga 33 (BAGIAN 2. KASIH SAYANG)


 

 

Pada saat itu, di zaman dahulu kala, ada beberapa dewa jelek tidak beruntung yang disebut “Asura”. Mereka dibawa untuk tinggal di alam surga tingkat ke dua.

Seseorang yang pada kehidupan lampaunya menjadi Magha yang Baik, sekarang adalah Sakka, Raja dari alam Surga 33. Ia berpikir, “Kenapa kita harus, yang merupakan tiga puluh tiga dewa, tinggal di alam Surga kita dengan para Asura jelek tidak beruntung ini? Karena ini adalah dunia kita, marilah kita hidup bahagia dengan diri kita sendiri.”

Kemudian ia mengundang para Asura ke sebuah pesta dan menyuruh mereka mabuk dengan minuman keras yang sangat memabukan. Tampaknya, dengan dilahirkan kembali, Raja Sakka telah melupakan beberapa ajarannya sendiri sebagai Magha yang Baik. Setelah membuat para Asura mabuk, ia membawa mereka pergi ke alam surga yang lebih rendah, yang sama besarnya dengan alam surga 33.

Ketika mereka tak mabuk dan menyadari bahwa mereka telah ditipu sampai pergi ke alam surga yang lebih rendah, para Asura  menjadi marah. Mereka bangkit dan mengadakan peperangan melawan Raja Sakka. Sesaat kemudian mereka menang dan Sakka terpaksa melarikan diri.

Saat ia mundur dengan kereta perang besarnya, ia tiba di hutan yang luas dimana para Garula membuat sarangnya. Mereka adalah dewa yang sayangnya, tidak memiliki kekuatan super. Sebaliknya mereka dipaksa untuk berkeliling dengan mengepakkan sayap besar nan kuatnya.

Ketika kereta perang raja Sakka melewati hutan mereka, keretanya menerbalikan sarang mereka dan membuat para bayi Garuda terjatuh. Mereka menangis dalam ketakutan dan kesakitan. Mendengar ini, Sakka menanyakan pengendali keretanya darimana suara tangisan kesedihan itu berasal. Ia menjawab, “Ini adalah jeritan yang berasal dari bayi Garula, yang sarang dan pohonnya dihancur oleh kereta perang anda yang kuat.”

Mendengar penderitaan ini, Raja Sakka menyadari bahwa semua kehidupan, termasuk dirinya sendiri, hanyalah sementara. Mendengar penderitaan ini, kasih sayang dari manusia yang Luar Biasa, yang telah melewati dari satu kehidupan ke kehidupan lainnya, muncul dalam dirinya dan berkata, “Biarkan para makhluk kecil ini tidak lagi memiliki ketakutan. Latihan yang pertama tidak boleh dilanggar. Tidak ada pengecualian. Aku tidak akan menghancurkan bahkan satu kehidupan pun demi kepentingan sebuah kerajaan surgawi yang suatu saat pasti akan berakhir. Malahan aku akan menawarkan hidupku untuk kemenangan para Asura. Putar balik kereta perang ini!”

Kemudian kereta perang kembali menuju ke arah alam Surga 33. Para Asura melihat Raja Sakka berputar arah dan berpikir bahwa ia pasti memiliki bala bantuan dari dunia-dunia lain. Jadi mereka lari, tanpa melihat ke belakang, turun menuju alam surga mereka yang lebih rendah.

 

Diterjemahkan oleh Ika Pritami dan Cristina Kimberly Howard, Editor Selfy Parkit

 

Sumber: Prince Goodspeaker – Buddhist Tales for Young and Old Volume 1, Stories 1-50

One thought on “Surga 33 (BAGIAN 2. KASIH SAYANG)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s