Si Bodoh dan Si Santun (The Stupid and The Decent)


By.  Shravasti Dhammika, Terjemahan by Selfy Parkit

Kriminalitas tidak terlalu banyak menakutkan atau membahayakan daripada kebodohan. Sebuah kejahatan baru-baru ini di Singapura benar-benar digaris bawahi oleh poin ini. Sekelompok pemuda menyerang dan merampok empat pekerja imigran, para pemuda tersebut dengan serius merugikan dan membunuh satu di antara mereka. Dalam beberapa hari mereka semua tertangkap, kecuali satu yang mungkin sudah melarikan diri dari negeri itu. Ketiga pemuda itu kini telah didakwa sebagai pelaku pembunuhan dan jika terbukti bersalah kemungkinan akan dihukum gantung, sementara empat lainnya menghadapi berbagai biaya yang harus dibayar jika dinyatakan bersalah, mereka akan mendekam bertahun-tahun di penjara.  Dan berapa banyak yang mereka rampok dari korban-korban mereka? Empat puluh dolar dan beberapa macam-macam barang. Satu nyawa hilang, tiga orang terancam serius, lima orang terluka parah, seorang wanita menjadi janda dan tiga anak menjadi yatim piatu, tahun-tahun terbaik dalam hidup beberapa pemuda dihabiskan di dalam penjara. Dan untuk apa? Empat puluh dolar dan beberapa kartu telepon!

Kasus tragis dan mengejutkan ini membuat saya berpikir. Apakah hukuman mati benar-benar bertindak pada pencegahan? Mungkin bagi orang cerdas yang tergoda untuk melakukan kejahatan yang serius. Tetapi kebanyakan kriminalitas, seperti yang saya katakan, bodoh. Mereka melakukan kejahatan karena mereka cukup bodoh untuk berpikir mereka bisa lolos begitu saja. Dalam kasus barusan, hanya satu dari terdakwa yang memiliki akal sehat untuk keluar negeri. Yang lainnya tertangkap dalam beberapa hari. Bodoh! Hukuman gantung mungkin akan menyingkirkan orang-orang bodoh, tetapi tidak bisa membuat orang-orang bodoh menjadi pintar.

Hal lain pada kasus ini adalah mengingatkan saya tentang bagaimana orang-orang dapat menjadi yang santun. Menurut surat kabar, ketika Mr.Shanmneanathan (orang yang dibunuh) jasadnya dikembalikan ke India, seluruh barang miliknya menyertainya – beberapa pasang pakaian, panci masak dan album kecil foto-foto keluarga. Saya sangat terharu ketika saya membaca ini. Ketika saya berpikir tentang perjuangan dan kesulitan yang kini harus dihadapi istrinya, saya katakan kepada teman-teman dan para mahasiswa dan mereka membuka hati dan dompet mereka. Dalam waktu singkat kami telah mengumpulkan 3000 dolar. Uang ini telah diserahka kepada HOME, sebuah organisasi di Singapura yang bekerja untuk kesejahteraan pekerja imigran dan akan diteruskan kepada istri Shanmeanthan. Hanya ketika beberapa orang membuat Anda kehilangan keyakinan terhadap kemanusiaan, yang lain datang dan mengembalikannya.

Naskah asli dapat dibaca di

http://sdhammika.blogspot.com/

2 thoughts on “Si Bodoh dan Si Santun (The Stupid and The Decent)

  1. Tragis memang..
    Tapi mungkin ada latar belakang kesenjangan atau keterpaksaan.. Jika memang tak ada, berarti memang sangat menyedihkan.. Apapun yang dilakukan mereka, konsekuensinya akan jauh lebih berat..
    Tapi poin yang menarik dari artikel ini:
    “Hanya ketika beberapa orang membuat Anda kehilangan keyakinan terhadap kemanusiaan, yang lain datang dan mengembalikannya.”
    hehe…
    Semoga semakin banyak yang mendapatkan jiwa kemanusiaan ini..😀

    Like

    • Yupp…. suatu kejadian yang didasari keserakahan, kebencian dan kebodohan memang selalu memberikan dampak yang tragis…. n g setuju dengan quote yang membuat u tertarik, but pada proses penerjemahan g sempet bingung mo diartiin apa. hahahaha coz the words said.. in human nature = di dalam alam manusia,,,, g sempet mikir keras sebenarnya apa maksud dari kalimat yang terakhir itu, sampai akhirnya g memutuskan untuk mengartikannya sebagai kemanusiaan, karena menurut g kata itulah yang tepat untuk menggambarkan situasi cerita di atas. hehehehe… semoga bermafaat bagi semua… saran kritik terjemahan terbuka untuk umum… ^__^

      Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s