Dokter-dokteran


Saya dan Novi (sahabat saya) yang asik ngobrol di pinggir jalan tempat parkir mobil seusai pulang kebaktian malam jum’at di wihara yang biasa kami kunjungi, menemukan bahan obrolan menarik. Obrolan ini bermula dari keingintahuan saya tentang adik Novi yang akan menjemput kami berdua. Malam itu memang malam yang tak biasa bagi saya dan Novi untuk diantar jemput oleh adik laki-lakinya, karena kebetulan mobil Novi memang harus dibedah dan diotak-atik oleh bokap (bapak) saya, tak tahu apanya yang sedang bermasalah. Pertanyaan yang saya ajukan ke Novi sebenernya sederhana dan tidak spesial, tapi tak tahu kenapa tiba-tiba buntut-buntutnya kita berdua malah nyambung ke obrolan tentang masa depan yang bukan-bukan. Novi bilang kalau adik ke-2 nya ini mengambil jurusan kedokteran, seketika saya terperangah tidak percaya. Bagaimana tidak, Om-nya seorang dokter umum dan sudah buka praktik di rumahnya (dokter pribadi saya neh..hehe..), Novi sendiri juga seorang dokter yang baru lulus setahun lalu dan sekarang sudah bekerja di salah satu perusahaan di daerah Serang. Beberapa saudaranya pun ada yang mengambil jurusan kedokteran. Trus adiknya ingin jadi dokter juga??? (Wow keren… padahal adiknya ini seneng banget main game dan tak disangka ingin juga masuk kedokteran yang pelajarannya ngejelimet dan bukunya tebel-tebel, apa sanggup ya dia…??? Hehehe…. hahaha….). ‘Tapi itu hal yang bener-bener keren’ kata saya ke Novi. ‘Kan suatu hari lo bisa bikin Rumah Sakit sendiri Nov, and dokter-dokter di dalamnya itu adalah keluarga dan saudara-saudara lo semua. Om lo dokter umumnya, Lo bakal jadi dokter spesialis kandungan adik lo bagian neurology trus adik lo yang paling kecil bakal jadi dokter anak ” Gurau saya sambil mengusilinya. Novi cuma bisa ikutan tertawa sambil nambah-nambahin dan nimpal-nimpalin guyonan saya.

“Suatu hari saya juga mau buka Rumah Sakit, tapi Rumah Sakit saya Rumah Sakit batin. Kan jadi pas tuh, lo punya Rumah Sakit yang mengobati penyakit fisik, saya punya Rumah Sakit yang mengobati masalah penyakit batin (haha…)”. Kata saya lagi sambil iseng-iseng berandai-andai ke Novi. Trus akan ada dokter-dokter batin di dalamnya, dan saya akan memilih orang-orang yang akan bekerja di Rumah Sakit saya. Di sana akan ada Willy Yanto Wijaya dan Willy Yandi Wijaya (Dua orang bersaudara teman saya yang juga seorang penulis) ditambah adik-adiknya yang tentunya akan cocok jadi spesialis yang berbeda. Khusus untuk Willy Yanto, saya bakal tempatkan dia di bagian spesialis karir pendidikan dan pekerjaan yang saya rasa cocok banget dengan pengalaman dia selama ini. Jadi kalau ada pasien yang frustasi gara-gara hal begituan, maka pasien tersebut akan langsung berhadapan dengan dr.Willy Yanto (hehe.hehe..). Untuk adiknya, si Willy Yandi, rasanya dia cocok untuk spesialis konsultasi seks (ha..ha..) dan masalah-masalah tentang pikiran (apa ya?? Saya bingung juga menempatkan dia di bidang pikiran, yah pokoknya yang berhubungan dengan penelitian intelektual dan pemikiran). Trus adik-adiknya yang lain tentunya akan saya tempatkan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Dokter berikutnya adalah ko Wedyanto (teman saya juga, seorang penulis dan hypnotherapist), yang satu ini sudah saya siapkan tempat yang khusus buat dia. Dokter ini akan secara penuh mengabdikan dirinya sebagai dokter spesialis masalah percintaan (he.he.he.. sesuai dengan bidangnya yang selama ini dia geluti ..haha..ha..). Mulai dari bagaimana dapat pacar, bagaimana menerima atau menolak dengan sehat, bagaimana nembak (mati donk) atau mutusin pacar secara sehat, sampai dengan menjalaninya dengan beeeneeeerrr. Semuanya bisa dikonsultasikan oleh dokter yang satu ini (Pokoknya sudah dalam bentuk 1 paket haha..ha..). Jadi bagi pasien yang punya penyakit batin perihal begituan, ya tinggal saya arahkan saja langsung ke ruangannya (Tenang ruangannya pasti ber AC.. haha… AC alam untuk menyelamatkan dunia dari global warming ha..ha..sori ya ko fasilitasnya saya batasi wkwkwk..). Trus ada lagi neh dokter yang bakal bekerja di Rumah Sakit saya, siapa lagi kalo bukan Si MoM Handaka. Wah dokter yang satu ini bakal jadi spesialis Rumah Tangga dan masalahnya. Maklum diantara dokter-dokter saya yang lain Cuma dia aja yang sudah married dan tahu banyak mengenai masalah perumah tangga (tapi kok si Willy Yandi tadi saya kasih urusan seks ya?? He..he.. tak apa-apalah.. yang satu itu khusus urusan seks yang berbeda.. hahahaha….)

Kemudian tak lupa juga akan ada dokter-dokter yang khususnya menangani guru-guru spiritual. Eit..jangan salah loh ternyata bukan umat awam saja yang punya masalah dan penyakit batin, para bhikkhu dan guru-guru spiritual lainnya yang belum suci juga masih punya masalah-masalah batin. Tapi dengan level yang cukup agak berbeda tingkatan tentunya (he..he.. tak tahu juga deh MUNGKIN ada juga yang setingkat atau bahkan lebih parah levelnya dari umat awam ha.ha..ha.) Nah untuk pasien yang satu ini, sudah pasti dokter yang menanganinya pun seorang spesialis yang tidak sembarangan dan dipercaya mampu meracik sedemikian obat yang diyakini mujarab untuk si pasien-pasien dengan taraf VVIP-nya (biasa deh VVIP itu levelnya agak personal dan kadang penyakit-penyakitnya juga aneh-aneh bahkan susah diditeksi atau terditeksi..bahkan kadang tak tahu atau tidak mengakui kalau dirinya sedang sakit hahaha..). Dalam hal ini saya akan menyarankan Bp. I Gede Prama untuk menjadi dokter spesialis yang khusus menangani para pandita dan penceramah-penceramah baik yang muda maupun yang tua. Lalu untuk bhikkhu-bhikkhu dan para samana lainnya saya akan menempatkan Ajahn Brahm, Dalai Lama, Thich Nhat Hanh, Bhikkhu Bodhi dan bhante Pannavaro (Panynyaawaro) sebagai dokter spesialisnya. Tidak lupa pula menempatkan Master Cheng yen dan Ayya Santini sebagai dokter spesialis bagi para Mechi, anagarini dan bhikkhuni (bhikkhuni-bhikkhuni lainnya yang akan datang juga ).

Wah saya rasa komplit sudah dokter-dokter saya, siapa lagi ya yang bakal saya pekerjakan (Eit.. enak aja dipekerjakan.. saya sanggup bayar berapa?? Wah mereka adalah pejuang-pejuang tanpa pambrih.. tidak ada dan tidak akan pernah cukup uang jenis apa pun buat menggaji mereka. Trus bayarnya pakai apa donk, pakai karma baik aja dah. He.he.he… Hari gini masih gratisan hahaha..) pokoknya lowongan untuk jadi dokter dibuka setiap saat, pasien pun bebas datang jam berapa pun yang mereka mau, dengan catatan dan syarat obat yang sudah dikasih kalau cocok harus diminum dan jangan hanya jadi penghuni lemari makan atau lemari baju saja.. hehehee..

Rasanya Rumah Sakit saya mungkin setiap harinya bakal penuh dikunjungi oleh pasien-pasien yang punya masalah penyakit batin. Maklum kondisi keadaan ekonomi dan lingkungan yang sekarang ini semakin modern dan serba bersaing kadang-kadang banyak membuat orang stres dan butuh berobat. Yah..yah.. saya rasa sudah cukup kali ya saya menghayalnya (lama-lama saya ngelunjak lagi.. ha.ha.ha…) tapi yang jelas ini kan cuma berandai-andai, jadi mohon maaf jika ada salah-salah kate atau ada pihak-pihak yang merasa disinggung/tersinggung dan lain sebagainya (he.he.. maklum penulis kecil yang satu ini memang suka berpikir yang aneh-aneh ha..ha.., jangan-jangan dan kayanya saya bakal jadi pasien pertama di Rumah Sakit saya sendiri ha.ha.ha.. ). Bagaimana pun nama-nama orang yang disebutkan tadi itu bener-bener memberikan inspirasi di dalam hidup saya. Walaupun saya hanya mengenal mereka lewat tulisan-tulisan mereka, atau hanya sekedar mengenal saja dan mungkin mereka malah tidak kenal saya, tapi mereka adalah dokter-dokter batin yang luar biasa menurut saya (Setelah Buddha Gotama tentunya). Masih banyak lagi dokter-dokter batin yang lain di dunia ini yang belum sempat disebutkan namanya dan banyak memberikan inspirasi bagi dunia. Namun, kita pun selayaknya selalu menjadi dokter pribadi untuk batin kita sendiri, dengan selalu mengoreksi diri dan menyadari kesalahan sendiri serta mau makan obat (memperbaiki kesalahan diri). Layaknya menjaga kesehatan, atau menjaga mesin mobil sendiri biar nantinya kalau masuk Rumah Sakit atau bengkel tidak rusak-rusak amat (ha..ha..). Semoga dokter-dokter fisik dan batin di dunia ini selalu berjuang tanpa lelah dan selalu memberikan warna kedamaian serta keindahan bagi alam semesta. Semoga Semua Makhluk Berbahagia…

21 Mei 2009 Selfy Parkit

One thought on “Dokter-dokteran

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s