Jujur atau Bohong


Teman saya meminta saya untuk menghadiri sebuah seminar seharga + 2,5 juta gratis. Tentu saja hal itu memaksa saya untuk berpikir keras bagaimana caranya untuk mendapat ijin tidak masuk kerja pada hari jum’at, karena seminar itu diadakan selama 3 hari yaitu jumat sampai minggu.

Banyak dari teman saya yang mengusulkan untuk ijin saja dengan alasan urusan keluarga ataupun sakit, karena dengan begitu ijin sudah tentu dapat. Saya yang tidak biasa berbohong merasa tidak enak, namun usulan itu hampir saja memengaruhi saya. Untungnya ada seorang teman yang meyakinkan saya bahwa tak ada salahnya berkata jujur, lagi pula tujuan dari seminar tersebut untuk pengembangan diri. Seketika keyakinan muncul di dalam diri saya, bergegas saya menemui bos saya dan menyatakan maksud hati. Memang hasilnya saya tidak mendapatkan ijin secara resmi dari pihak sekolah, tapi bos saya malah mendukung saya untuk menghadiri seminar tersebut.

Pesan moral : Kejujuran membawa hasil yang tak terduga.

*Diterbitkan di Buletin Vimala Dharma (BVD) Bandung, Edisi Juli 2009

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s